FT Unnes Gelar Webinar Raih Beasiswa Pascasarjana ke Hiroshima

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT Unnes) menggelar Webinar ‘Public Lecture of Faculty of Engineering Unnes 2021: Life and Study in Hiroshima’, Sabtu (23/10/2021).

Webinar ini menghadirkan 3 pembicara Dr Fujikawa Yoshinori (peneliti di Waku Pro Japan berbasis di Hijiyama University di kota Hiroshima). Dr Fuji tercatat lulusan doctor Science Education Hiroshima University dan pernah menjadi dosen tamu di Unnes tahun 2018 lalu.
Pembicara kedua Dr Tuswadi (Direktur Politeknik Banjarnegara Jateng, lulusan S3 Hiroshima University Jepang) yang juga ilmuwan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Jakarta dan pembicara ketiga Hari Widi Utomo MEd (lulusan Master of Education Hiroshima University, dosen di IT Telkom Purwokerto).

Kegiatan yang digelar oleh Unit Kegiatan Kemahasiswaan Engineering English Club (E2C) Unnes ini dibuka Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan) FT Unnes Dr Wirawan Sumbodo MT dengan moderator Dr Lelu Dina Apristia SS MHum (pembina E2C).

Menurut Dr Wirawan Sumbodo, webinar tentang ilmu dan tata cara meraih beasiswa S2 atau S3 ke Horoshima sangat diperlukan mahasiswa FT Unnes, alumni maupun para dosen muda FT Unnes dan Unnes pada umumnya. Wawasan dan motivasi ini perlu diketahui sebagai salah satu upaya meraih kesempatan emas studi lanjut S-2/S-3 di kampus ternama Jepang, Hiroshima University, lewat jalur berbagai beasiswa baik dari pemerintah Indonesia maupun dari pemerintah Jepang.

“Untuk dosen-dosen S2 FT Unnes usia di bawah 35 tahun kami rekomendasikan atau semacam kewajiban untuk S-3 ke luar negeri. Tujuannya agar reputasi FT Unnes makin bagus dengan SDM berlatar belakang doktor lulusan luar negeri. Bagi alumni FT Unnes yang berhasil meraih beasiswa S2/S3 luar negeri dipastikan memiliki kesempatan besar di masa depan untuk bergabung menjadi staff pengajar di Unnes” ujar Dr Wirawan Sumbodo MT yang juga pernah mengenyam Sandwichlike Program satu semeter di Ohio State University, Amerika Serikat di akhir tahun 2012 lalu.

Pada paparannya, Dr Fujikawa Yoshinori membahas situasi dan kondisi serta tata cara hidup di Hiroshima menurut kaca mata orang Jepang asli. Pengetahuan dan cara hidup di Jepang penting sebagai salah satu upaya penting keberhasilan studi di Hiroshima.

Sedangkan Dr Tuswadi pada webinar ini menyampaikan banyak ilmu bagaimana cara-cara menembus beasiswa S-2/S-3 dan networking dengan calon professor sehingga sampai bisa mendapatkan LOA (letter of acceptance) atau surat diterima di perguruan tinggi di Horishima. Menurutnya banyak beasiswa baik dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah Jepangdi antaranya LPDP dan JASSO.

Dr Tus (panggilan akrab Dr Tuswadi) juga memberi pengetahuan cara-cara harus menjaga agar study di Jepang dan keharmonisan keluarga (terutama faktor ekonomi) bisa selaras dan berhasil keduanya. Di antaranya kalau bisa suami istri sama sama mengambil beasiswa ke Hiroshima.Kalaupun tidak bisa, maka penerima beasiswa berupaya tidak sering komunikasi dengan rumah sehingga bisa konsentrasi studi dan diupayakan tiap semeter pulang ke Indonesia dengan uang tabungan.
Sementara itu pula Hari Widi Utomo MEd menceritakan panjang lebar pengalaman dirinya dan isterinya bisa menggapai S-2 di Hiroshima dengan beasiswa LPDP dan JASSO. Alumni S1 Universitas Muhammadiyah Purkokerto ini juga menyampaikan perlunya berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa serta berusaha lulus dan berprestasi seraya membuat jejaring keilmuan dan profesi. (sgi)

BERITA REKOMENDASI