Fuspaq Menolak 5 Hari Sekolah

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL (KRjogja.com) – Forum komunikasi guru dan pengelola TPQ atau di Kabupaten Kendal dikenal dengan Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Alquran (FUSPAQ) secara keras menolak  berlakunya 5 hari sekolah. 

Ketua Fuspaq Kabupaten Kendal H Mustamsikin mengatakan saat ini ada 52 ribu santri yang belajar di TPQ. "Jika sampai program 5 hari sekolah ini diberlakukan maka anak-anak sudah tidak bisa belajar mengaji lagi di TPQ karena akan memotong jam kami, siswa akan pulang jam 16.00 wib setiap harinya sedangkan belajar TPQ jam 15.30 wib, jika dipaksakan kasihan anak dan jadi tidak maksimal,"ujar Mustamsikin.

Selain itu guru TPQ sekabupaten Kendal juga ada sekitar 6.300 yamg tidak akan bisa mengajar jika sekolah jadi 5 hari. Saat ini upaya yang dilakukan oleh Fuspaq adalah dengan memasang spanduk penolakan sehingga bisa tersosialisasikan ke masyarakat. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan berbagai organisasi terkait dan menghimbau agar menolak kebijakan sekolah 5 hari kerja.

Pihaknya akan keras menolak bahkan jika tetap diberlakukan akan bermusyawarah dengan orang tua murid untuk memulangkan anaknya sebelum jam TPQ agar tetap bisa mengikuti. (Ung)

Kepala Fuspaq Kecamatan Kangkung Achmad Rozikin juga menyayangkan jika sekolah 5 hari yang akan diberlakukan. "Saya mengikuti apa petunjuk dari Ketua Fuspaq Kabupaten Kendal dan secara pribadi saya tidak setuju kasihan anak-anak tidak lagi bisa belajar alquran,"ujar Achmad Rozikin. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI