Galang Dana Rp 1 M, Tionghoa Semarang Bantu Penanganan Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com – Masyarakat Tionghoa Semarang yang tergabung dalam Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) dan Persatuan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Jateng konsen terhadap pengentasan masalah penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya Semarang. Hal ini diwujudkan dengan penggalangan dana bantuan mencapai Rp 1 Miliar dan digunakan untuk membantu tim media yang menangani pasien Covid-19, serta Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat umum.

Ketua Porinti Semarang Setiawan Santosa, Sabtu (18/7/2020) saat penyerahan bantuan gelombang III kepada perwakilan 24 Rumah Sakit di Semarang, di Gedung Balai Pengobatan Kapuran, menyampaikan keprihatinannya atas wabah Covid-19 yang belum bisa diselesaikan. “Karena itu sampai kini kami terus bergerak membantu mengatasi wabah ini dengan melakukan upaya perlindungan bagi tim medis dengan menyerahkan bantuan alat perlindungan diri (APD). Untuk penyerahan periode III ini kami serahkan 100 ribu masker medis dan 10 ribu masker N95 untuk tim medis yang berada di 24 RS di Semarang. Antara lain untuk RS William Booth, RS Telogorejo, RS Pantiwilasa I dan II, RS Roemani, RSU Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama (RST) dan lainnya. Total bantuan yang sudah kami salurkan mencapai Rp 1 Miliar,” ungkap Setiawan Santosa.

Bantuan lain menurut Setiawan santosa juga sudah diserahkan untuk Pemkot Semarang maupun ke masyarakat langsung. Bantuan bentuknya masker, hand sanitizer, juga paket-paket sembako. Sementara Harjanto Halim, tokoh pengusaha muda Tionghoa Semarang mengatakan bahwa Covid-19 ini menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Termasuk juga di kalangan warga Tionghoa Semarang. Mereka ada yang meinggal, namun juga banyak yang sudah sembuh dan menjalani kehidupan normal seperti sedia kala. Oleh karena itu selain kita bergerak bersama untuk membantu masyarakat dan tim medis, kita juga selalu menghimbau dan melakukan edukasi kepada masyarakat agar mampu menghindari dan mencegah terjangkiti virus membahayakan tersebut.

“Apapun harus kita perbuat untuk membentengi dan melindungi masyarakat. Kita juga harus disiplinkan masyarakat,” tegas Harjanto Halim, owner Marifood.

BERITA REKOMENDASI