Gamelan Supra Loyola Tercatat Leprid

SEMARANG KRJOGJA.com – Orkestra gamelan Supra Kromatis bernada Diatonis milik SMA Kolese Loyola Semarang, Minggu (14/10/2018) dikukuhkan sebagai gamelan pertama bernada diatonis oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) disela acara Panggung Kampanye 4 Pilar Kebangsaan Dalam Merajut Persaudaraan di halaman Balaikota Semarang.

Direktur Utama Leprid, Paulus Pangka SH mengatakan gamelan tersebut diciptakan Mr Hendricus Constant Van Deinse SJ, pengajar SMA Kolese Loyola di tahun 1957 berkembangsaan Belanda yang akhirnya dianugerahi Presiden RI Pertama Ir Soekarno sebagai warga negara Indonesia dan meninggal dimakamkan di Kabupaten Semarang.

"Van Deinse lah yang mengubah gamelan sebagai alat musik tradisional Jawa memiliki nada diatonis sehingga dapat untuk mengiringi semua jenis lagu dan diaminkan dalam orkestra alat musik campuran", ungkap Paulus Pangka.

Paulus Pangka menilai, karya Van Deinse ini layak diapresiasi sebagai karya seni di bidang musik dan mengenalkan gamelan hingga ke seluruh manca negara. Karena upaya pengembangan nada, mencadikan gamelan lebih fleksibel sebagai alat musik untuk mengiringi lagu modern.

SMA Kolese Loyola pun masih mempertahankan keberadaan gamelan karya hendricus Constan Van Deinse SJ. Selain merawatnya, pihak sekolah juga tetap meregenerasi pemain musik gamelan yang kemudian dikenal sebagai Gamelan Supra tersebut.
Tropi dan piagam diberikan Paulus Pangka kepada SMA Kolese Loyola dan Benny Danang Setianto SH, LLM, MIL, alumni SMA Kolese Loyola yang kini jadi Wakil Rektor IV Unika Soegijapranata. (Cha)

BERITA REKOMENDASI