Ganjar Menolak Puisi Gus Mus Menista Agama

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menolak dituding menistakan agama gara-gara membacakan puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana'. Tudingan mengarah SARA itu menurutnya beraroma kampanye hitam. 

"Saya itu tertarik (puisi Gus Mus). Setelah ada siswa pemenang puisi membacakannya, ia dibawa guru ngajinya. Wow bagus sekali. Saya ingin mengundang lagi. Kalau dia baca, bagaimana ekspresinya dan saat direkam apakah akan dikatakan sedang melakukan itu (penistaan agama)?" kata Ganjar jelang menghadiri Salawat KH M Ali Shodiqin di Alun-alun kota, Minggu (8/4) malam. 

Ia sendiri merasa terkejut dan heran dinilai melakukan penistaan agama terkait puisi Gus Mus yang dibacakan di acara talkshow di TV swasta beberapa waktu lalu. Ketika itu puisi dibacakan dengan iringan lagu Lir-ilir yang dinyanyikan pasangannya, Taj Yasin.

Ganjar dinilai menistakan agama karena terdapat frasa berbunyi. 'Kau ini bagaimana? kau bilang tuhan sangat dekat, kau sendiri memangginya dengan pengeras suara setiap saat.'

Ganjar mempertanyakan polemik tersebut mencuat di saat pencalonan dirinya menjadi gubernur Jawa Tengah. Padahal puisi itu justru ditanggapi positif ketika dibuat tahun 1987 sehingga wajar merasa polemik puisi yang dibacakannya itu kental nuansa kampanye hitam. 

Politisi asal PDI Perjuangan itu pun meminta pertarungan Pilkada Jawa Tengah hendaknya mengedepankan persaingan visi misi atau program daripada isu-isu berbau SARA. Bahkan, meminta para simpatisan dan relawan Ganjar-Taj Yasin tak perlu terprovokasi isu tersebut. Cagub petahana itu meminta para relawan dan simpatisannya mengedepankan pengecekan isu atau informasi yang belum tentu kebenarannya sebelum bertindak. (Lim)

BERITA REKOMENDASI