Ganjar Pranowo Isi Pertukaran Mahasiswa Modul Nusantara di Unimus

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com-Sebanyak 46 mahasiswa berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri di Indonesia bagian timur mengikuti program pertukaran mahasiswa program Modul Nusantara 2021 di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Program ini bagian dari program yang digulirkan Kemdikbudristek berupa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Senin siang (15/11/2021) mereka dengan berpakaian adat nusantara dari daerah masing-masing mengikuti acara Talkshow Tokoh inspiratif Gubernur Jateng tentang “Kenali Potensi Diri dan Tingkatkan Kompetensi untuk Membangun Negeri” di kampus Unimus. Acara secara luring dan daring ini dibuka Wakil Rektor I Unimus Dr Budi Santosa Msi Med.

Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd didampingi koordinator PMMDN (Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri) 2021 yang juga dosen FMIPA Unimus Andari Puji Astuti SPd MPd kepada pers menyampaikan modul nusantara merupakan kajian lintas budaya seluruh Indonesia.

“Unimus kedatangan 46 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia Tengah dan Timur di antaranya Bali, Sumatra,Sulawesi dan lain-lain. Mereka selama satu semester mengikuti kegiatan di Unimus dan mendapat kredit 20 SKS.Program dilaksanakan 4 bulan sampai Januari 2022 diikuti 48 mahasiswa (36 datang ke Semarang luring dan 12 dari daerah mereka secara daring) dari 18 perguruan tinggi dan 10 kabupaten/kota di Indonesia Tengah dan Timur. Ada 4 program besar yang mereka jalani yaitu terkait kebhinekaan Indonesia, kuliah insprirasi, refleksi, dan bakti sosial” ujar Prof Masrukhi.

Lebih lanjut menurut Prof Masrukhi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-pun meluangkan waktu untuk mengisi Talkshow Tokoh inspiratif Gubernur Jateng tentang “Kenali Potensi Diri dan Tingkatkan Kompetensi untuk Membangun Negeri” di kampus Unimus secara daring Senin siang (15/11/2021).Ganjar pranowo yang begitu akbrab dengan kalangan generasi milenial lewat kanal-kalan media sosialnya inipun secara umum menyampaikan perlunya generasi muda mencintai adat istiadat nusantara, pakaian adat nusantara serta semakin mencintai nusa bangsa dan negara besar bernama Indonesia ini.

“Pak Ganjar memberi semengat generasi muda terkait nasionalisme, patriotisme dan mencintai budaya Indonesia. Para mahasiswa berbagai prodi diaharapkan lewat program modul nusantara (budaya, termasuk kuliner dan lain-lain) semakin menumbuhkan jiwa cinta pada budaya bangsa dan tanah air, nasionalisme, serta patriotisme akan terus dikembangkan dan tertanam di jiwa generasi muda Indonesia. Pertama mereka mengkaji budaya di sekitar Semarang termasuk Borobudur, lalu melakukan refelksi, di kelas diskusi dan lain sebagainya. Misalnya Lawang Sewu, Kota Lama, Masjid Agung Jateng, Gedung Batu dan lain-lain merupakan hal biasa bagi warga Semarang dan Jateng tetapi bagi mahasiswa dari Kendari, Bali, Toraja dan peserta modul nusantara lainnya itu sebagai hal yang luar biasa sehingga semakin mencintai Indonesia dengan kebhinekaannya.” tambah Prof Masrukhi. (sgi)

BERITA REKOMENDASI