Gelombang Pasang Hantam Dermaga Nelayan

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Gelombang pasang air laut menerpa tempat sandar dan pemukiman nelayan Tambakn Lorok, Kelurahan Tanjung Mas Semarang, Senin (07/12/2020) dinihari. Akibatnya selain banyak perahu yang porak poranda diterjang ombak besar, tanggung pemecah ombak juga ikut jebol. Sedikitnya 13 rumah nelayan juga rusak parah dihantam ombak.

Sampai sore, kondisi kawasan nelayan Tambak Lorok sudah berangsur aman. Namun beberapa warga yang rumahnya rusak parah masih berada ditempat penampungan sementara untuk mengindari kemungkinan terjadinya ombak besar lagi.

“Sebagian kerusakan sudah ditangani oleh aparat dari Koramil Semarang Utara bersama.warga. Mereka memindahkan kayu-kayu yang berantakan dihantam ombak. Bahkan untuk membantu logistik warga yang menjadi korban, juga sudah turun bantuan dari lumbung warga,” ungkap Suwarto, nelayan warga setempat.

Masyarakat nelayan Tambak Lorok menyatakan pada Desember ini cuaca tidak bersahabat. Karenanya, mereka tak ada yang berani melaut.

“Kami sudah menerima himbauan agar tidak melaut selama presldiksi cuaca buruk dari otoritas yang berwenang. Sampai kini kami mengurungkan melaut karena tak ingin ambil resiko,” ungkap Warso, salah satu nelayan.

Sunardi, pedagang ikan segar yang ditemui di dermaga pendaratan ikan mengaku hari ini tak mendapatkan ikan lantaran tak ada nelayan yang mendartakan ikan. “Setiap hari saya ikut lelangan ikan, tapi karena tak ada yang berani melaut akhirnya saya hanya beli ikan-ikan hasil tangkapan yang ada di sekitaran pantai, bukan ikan laut dalam,” kata Sunardi.

Gelombang pasang menurut Sunardi juga akan mempengaruhi harga ikan. Kalau ada tangkapan, harganya mahal. (Cha)

BERITA REKOMENDASI