Gunakan Tanah Kas, Dikelola Mandiri

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penanaman 3.100 bibit pohon buah di Dusun Segawe, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono menjadi rintisan usaha mandiri warga di wilayah lahan kritis. Mereka akan membuktikan mampu mengelola sumber daya alamnya yang terbatas.

“Ada tujuh RT yang akan mengelolanya. Ke depan, hasilnya bisa masuk ke kas RT dan karang taruna dusun. Pemeliharaan ke depan diampu mereka sendiri,” kata Koordinator Kegiatan Penanaman Pohon untuk Pengurangan Risiko Bencana dalam Rangka Hari Air Sedunia di desa tersebut, Wagimin kepada KRJOGJA.com di lokasi penanaman, Jumat (23/3/2018).

Delapan jenis bibit pohon ditanam di lahan milik desa sekitar 2 hektare. Lahan tersebut terletak di area krisis air sehingga kurang cocok ditanami padi. Jenis bibitnya yakni kelengkeng, jambu kristal, jambu air, manggis, duku, durian, alpukat dan jeruk lemon. Kegiatan ini dikerjasamakan CSR Perum Jasa Tirta I Solo, BPBD Karanganyar, SAR MTA, sukarelawan Jatiyoso dan Jumantono serta FKPM Jemani dan Jemani.

“Ini hari kedua penanaman. Kemarin (Kamis, 22/3) sudah enam petak. Sekarang tinggal tiga petak. Tiga orang tiap RT bertanggung jawab merawatnya. Selama masa perawatan itu juga disiapkan 300 bibit untuk mengganti tanaman yang mati. Sebelum ini sudah uji coba penanaman jambu kristal dua bulan lalu. Ini sudah berbunga,” katanya.

Adapun persiapan Dusun Buah Segawe lainnya terkait sarana prasarana pengunjung. Bakal dibangun gardu pandang dan gazebo di sepanjang alur obyek. Rencananya, konsep swapetik bakal diterapkan. Ia memperkirakan Dusun Bhuah Segawe bakal dibuka untuk umum saat panen perdana dua atau tiga tahun ke depan.

Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto berharap dusun buah Segawe bakal moncer seperti desa buah Genengan dan Gemantar di wilayahnya.

“Hanya saja di Segawe ini diinisasi dan dikelola sendiri penduduk lokal. Buahnya juga komplit. Sedangkan di dua desa buah lainnya itu dimiliki orang luar,” katanya seraya mengatakan diperlukan penataan ruang parkir dan mobilitas di lokasi tak landai itu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko mengatakan penanaman bibit pohon di Jumantono tepat. Di wilayah kritis itu, konservasi air sangat dibutuhkan penduduknya.

“Pemkab mengarahkan CSR BUMN. Ada dua lokasi, yakni pembuatan sumur dalam dan penanaman pohon yang merupakan bagian dari mitigasi bencana alam,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI