Guru Memiliki Peran Penting Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar dalam PTM Terbatas

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian belajar dalam Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTM) dan kebijakan merdeka belajar harus diikuti dengan mengubah paradigma guru sebagai penyampai informasi semata menjadi guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar.

Hal tersebut disampaikan dosen Bimbingan Konseling Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons saat tampil sebagai salah satu nara sumber pelatihan peningkatan kompetensi tingkat nasional “Fasilitasi
Pendampingan Peserta Didik dalam Menyesuaikan Diri Persiapan dan Pelaksanaan PTM”yang diselenggarakan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling Madrasah Aliyah (MGBK MA) Se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (5/10/2021).

Pelatihan diselenggarakan secara daring, dihadiri secara virtual oleh Ketua MGBK MA DIY Failasufah M PdI dan Sekretaris MGBK MA DIY Angga Febiyanto MPd. Selain Prof Mungin Eddy Wibowo, tampil pula nara sumber lainnya Prof Dr Muh Farosin MPd (ketua Umum ABKIN) dan Eny Usmawati MPd (Widyaiswara Kemdikbudristek PPPPTK Penjas dan BK Bogor) serta pembicara kunci Dr M Masmin MAg (Kanwil Kementrian Agama DIY).

Menurut Prof Mungin Eddy Wibowo, kebijakan merdeka belajar yang digulirkan pemerintah sangat bagus karena diharapkan mampu mengubah paradigma guru sebagai penyampai informasi semata menjadi guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar. Juga meninggalkan pendekatan standardisasi menuju pendekatan heterogen yang lebih paripurna, memampukan guru dan siswa menjelajahi khasanah pengetahuan yang terus berkembang, serta berkarakteristik fleksibel berdasarkan kompetensi, berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan lunak, dan akomodatif terhadap kebutuhan dunia usaha dunia industri (dudi).

“Pada merdeka belajar, proses pendidikan diharapkan terciptanya suasana yang membahagiakan guru, siswa, orang tua dan semua orang. siswa adalah pemimpin pemelajaran dalam arti merekalah yang membuat kegiatan belajar mengajar. juga bermakna mendorong proses pembelajaran semakin otonom dan fleksibel menciptakan kultur belajar yang kreatif,inovatif, merdeka, sesuai kebutuhan untuk memandirikan siswa” ujar Prof Mungin.

Terkait dengan konsep jiwa merdeka, Prof Mungin menyampaikan anak didik diberikan kebebasan berpikir guna mengembangkan bakat,kreativitas dan kemampuan yang ada dalam dirinya agar tidak terhambat oleh orang lain. seorang anak harus dimerdekakan batin, pikiran dan tenaganya merdeka dan dasar kemerdekaan syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak sehingga mereka dapat hidup berdiri sendiri (kemandirian). (sgi)

 

 

BERITA REKOMENDASI