Hadapi Ancaman Global, Negara Butuh Rakyat

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJOGJA.COM – Tantangan dan ancaman negara saat ini sangat kompleks, sehingga kesadaran bela negara  dan sistem pertahanan yang tangguh sangat dibutuhkan. Hal tersebut disampaikan Direktur Komponen Pendukung Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Ir. Tristan Soemardjono, MM kepada para peserta sarasehan Pola Penataan Pembinaan Tenaga Ahli/Profesi Untuk Sumber Daya Manusia Komponen Pendukung Pertahanan Negara, di Aula  Makodam IV/Diponegoro, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, ancaman yang bagi negara tidak semata menjadi tanggung jawab militer namun merupakan tanggung jawab semua elemen warga negara. Warga negara sebagai komponen pendukung pertahanan negara harus bisa menyamakan wawasan dan pemahaman serta kesadaran bela negara, dalam rangka membangun sistem pertahanan negara yang tangguh. Seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari dokter, insinyur, ahli IT dan jurnalis, diharapkan bisa bersinergi dan ikut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini mengingat, ancaman negara bersifat multi dimensi mulai dari ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan.  

Hal senada disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, bahwa  ancaman perpecahan bangsa dan negara dapat diakibatkan dari berbagai permasalah yang muncul di negara tersebut diantaranya dari permasalahan pertumbuhan penduduk, kehidupan perekonomian, potensi alam, penggunan medsos, narkoba dan masih banyak permasahalah yang muncul.

“Setiap warga negara bisa berperan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui peran masing-masing termasuk tenaga ahli/profesi”, jelas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Pangdam IV/Dip menegaskan bahwa tenaga ahli/profesi memiliki peran dan kedudukan yang strategis sebagai agen dalam membangun dan mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang. Sebagai agen, para tenaga ahli/profesi tersebut harus memiliki wawasan kebangsaan serta mampu memahami dan melestarikan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para tenaga ahli/profesi bisa menjadi daya tangkal terhadap segala ancaman yg datang baik dari luar maupun dalam negeri sendiri.

Pada kesempatan yang berbagia ini, Mayjen TNI Tatang Sulaiman menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali ke dasar negara Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pancasila merupakan pengikat segala perbedaan baik perbedaan suku, agama dan budaya.

 “Jangan pernah menjadi pengkhianat bangsa, karena sila-sila Pancasila terbukti mampu menyatukan sendi-sendi kehidupan yang berbeda-beda”, tegas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Diakhir penyampaiannya, Pangdam IV mengajak kepada para peserta dan masyarakat pada umumnya untuk mengingat bahwa bangsa yang besar ini merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raganya. Untuk itu, perlu pemahaman dan penerapan wawasan kebangsaan  dalam kehidupan sehari-hari sehingga tertanam rasa cinta tanah air. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI