Harga Gula Melonjak, Dinas Perdagangan Kendal Gelar Operasi Pasar

Editor: Agus Sigit

KENDAL, KRJOGJA.com – Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) rata-rata harga gula pasir mencapai Rp. 14.100 per Kilogram. Kondisi terssebut menandakan stok yang semakin menipis.

Dilapanngan harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kendal mengalami kenaikan. Harga gula kristal tersebut sekarang dijual Rp 14.000/kg dari sebelumnya Rp 12 ribu/kg atau mengalami kenaikan Rp 2.000/kg. Kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Dinas Perdagangan Kendal langsung bertindak dengan menggelar operasi pasar di Pasar Kaliwungu Selasa (18/2). Institusi tersebut menggandeng PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring dalam operasi pasar untuk menekan kenaikan harga gula pasir. Gula hasil produksi PT IGN Cepiring dijual dibawah harga pasaran yakni Rp 10.500/kg.

Kepala Dinas Perdagangan Kendal Subaedi mengatakan, kenaikan harga gula pasir sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya harga gula Rp 12 ribu/kg, tetapi sekarang sudah tembus Rp 14 ribu/kg. “Dengan kondisi itu, perlu dilakukan operasi pasar untuk menekan harga gula agar tidak semakin melambung,” ujar Subaedi.

Menurut dia, kenaikan itu ditengarai pasokan gula pasir yang semakin menipis. Kenaikan gula itu merata di sejumlah kabupaten/kota lainnya. Pasokan gula mulai menipis sejak pertengahan Januari. “Sudah hampir satu bulan harga gula terus mengalami kenaikan. Karena itu kami bekerjasama dengan PT IGN Cepiring untuk melakukan operasi pasar,” lanjutnya.

Sementara itu Direktur PT IGN Nusantara M Burhan Murtaki, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah untuk menekan kenaikan harga gula. Operasi pasar digelar di dua tempat yaitu Pasar Kaliwungu dan Pasar Weleri.

“Kondisi stok jelas mengalami penurunan karena panen tebu baru bulan Mei nanti, meski denikian kami berupaya membantu menstabilkan harga, perkilogram gula pasir kami jual Rp 10.500. Kami batasi satu konsumen maksimal dua kilogram,” ujar Burhan.

Diakui stok yang dimiliki perusahaannya saat ini juga minim, karena proses produksi sudah berhenti dan giling tebu baru bulan mei. “Dengan operasi pasar semoga bisa membantu masyatakat dalam memenuhi kebutuhan gula,” lanjutya.

Salah satu warga, Masrifah warga Kaliwungu, mengaku senang dengan adanya operasi pasar tersebut. Saat ini harga gula pasir memang sangat tinggi, mencapai Rp 14 ribu/kg. “Saya senang bisa membeli gula dengan harga di bawah harga pasar,” ujar Masrifah. (Ung)

 

BERITA TERKAIT