Harga Hewan Kurban di Kudus Turun

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Harga ternak kurban menjelang hari raya Idul Adha tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Bahkan berdasar pantauan di Pasar Hewan Gulang Kudus, Selasa (28/07/2020), harga ternak sapi, kerbau dan kambing turun antara 5 persen hingga 10 persen dibanding sebelum masa pandemi Covid-19.

“Harga ternak kurban tahun ini cenderung turun,” ujar Jamian (65) pedagang kerbau asal Desa Gulang Kecamatan Mejobo Kudus.

Penurunan antara lain disebabkan sepinya pembeli, sementara ternak kurban yang dijual di pasaran jumlahnya melimpah. Dibanding hari raya kurban tahun lalu, diperkirakan hewan ternak yang terjual mengalami penurunan hingga 35 persen. Idul Adha tahun ini banyak sekolah yang tidak menyelenggarakan kurban karena libur akibat pandemi Covid-19.

Menjelang hari raya Idul Adha 31 Juli, pihaknya merasa kesulitan menjual dan mendongkrak harga ternak kurban. “Kerbau yang sebelumnya laku Rp 23,5 juta, hanya kami jual Rp 22,5 juta,” ungkapnya.

Hal sama dialami Sholikin (52) pedagang kerbau asal Kaliwungu Kudus, Kerbau miliknya seharga Rp 23,5 juta juga hanya ditawar Rp 22,5 juta. Menurutnya, seluruh pedagang mengeluhkan sepinya pembeli sehingga memicu harga ternak kurban mengalami penurunan.

Ngadimin (54), pedagang kambing asal Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo merasakan hal sama. Kambing besar miliknya yang Idul Adha tahun lalu bisa laku terjual Rp 10 juta, saat ini hanya ditawarkan Rp 9 juta. Meski harga yang ditawarkan lebih murah, namun belum juga ada peminat yang melirik dagangannya. “Wabah Covid ini memang luar biasa, hingga pedagang ternak kurban pun merasakan dampaknya,” keluhnya.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengakui terjadinya penurunan harga hewan ternak kurban. Hingga hari pasaran terakhir di Pasar Hewan Kudus kemarin, jumlah ternak yang dijual cukup banyak, tapi peminat berkurang dibanding Idul Adha tahun lalu.

“Kurban tahun ini mengalami penurunan baik dari sisi harga maupun jumlah ternak yang disembelih,” terangnya melalui Kasi Produksi dan kesehatan Hewan, Sidi Pramono.

Dikatakan , jumlah ternak yang dijual di Pasar Hewan Desa Gulang Kudus, Selasa (28/07/2020) cukup melimpah. Kerbau dan kambing yang biasanya masing- masing sekitar 200 ekor, jumlahnya naik hingga mencapai masing- Masing lebih dari 300 ekor. Sedang sapi yang dijual sebelumnya sekitar 150 ekor meningkat hingga lebih 200 ekor. “Jumlah ternak yang dijual cukup banyak, tapi agak sepi pembelinyai,” tandasnya.

Menjelang kurban ini, pihaknya terus berusaha mengoptimalkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, peternak dan pedagang agar mewaspadai risiko terhadap penyakit hewan dan mengetahui cara menyembelih kurban yang benar. Disisi lain institusinya secara intensif telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan hewan ternak, serta mengirim panitia kurban untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) juru sembelih halal.

Melalui bimtek, diharapkan warga yang biasa terlibat dalam penyembelihan ternak dapat mengetahui manajemen pengelolaan dan sistem jaminan halal bagi hewan kurban.
Di antaranya terkait prinsip kesejahteraan hewan, serta pemeriksaan kelayakan proses penyembelihan dan penerapan higienes sanitasi. Selain itu pemeriksaan fisik hewan dan peralatan penyembelihan. “Berbagai upaya kami lakukan agar produk daging kurban nanti benar- benar aman, sehat, utuh dan halal (asuh),” katanya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI