Hasil Pilkada Demak, Baru Diketahui Pekan Depan

Editor: Ivan Aditya

DEMAK, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak tidak menyelenggarakan perhitungan suara sementara dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat, Rabu (09/12/2020). Berbeda dengan pilkada sebelumnya yang dilakukan perhitungan suara hingga 80 persen, kali ini KPU menggunakan sistem rekapitulasi berjenjang mulai dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga finalisasi penyelenggara di tingkat kabupaten.

Dengan sistem rekapitulasi ini, maka hasil Pilkada Demak yang diikuti dua pasangan calon (paslon) yaitu dr Hj Esti’anah- KH Ali Makhsum dan Mugiyono MH- Muhammad Badruddin, baru diketahui pekan depan. Dalam pilkada tersebut, paslon Esti’anah- Ali Makhsum diusung enam partai, yaitu PDIP, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai Demokrat dan PAN. Sedang paslon Mugiyono- Muhammad Badruddin dijagokan Partai Gerindra dan Nasdem.

Di pilkada Demak ini terdapat sebanyak 2.206 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 852.886 orang yang tersebar di 14 kecamatan. “Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkada Demak berjalan aman dan lancar,” ujar Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi.

Pihaknya mengakui, sesuat Peraturan KPU (PKPU) tidak ada lagi sistem perhitungan suara sementara tahun ini, dan yang ada adalah sistem rekapitulasi berjenjang. Dengan begitu, hasil tetap perhitungan suara untuk mengetahui siapa pemenang dalam kontestasi Pilkada Demak batu diketahui pekan depan. “Rencana baru kami umumkan secara resmi 15 Desember nanti,” terangnya.

Namun demikian, pihaknya tidak bisa melarang tim masing- masing paslon melaksanakan hitung cepat. Namun penetapan paslon pemenang tetap didasarkan hasil rekapitulasi akhir KPU.

Berdasar monitoring KPU di lapangan, proses pemungutan suara di 14 kecamatan berjalan lancar. Di setiap TPS juga disediakan perlengkapan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. “Partisipasi warga cukup bagus, dan kami berharap target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen dapat tercapai,” ujarnya.

Setya Budi menyatakan, optimisme tingginya partisipasi pemilih terlihat saat dia memantau sejumlah TPS yang digenangi rob di Desa Tridonorejo Kecamatan Bonang Demak. Rata- rata partisipasi pemilih mencapai lebih 80 persen. “Ada sekitar 20 TPS yang tergenang rob, tetapi partisipasi pemilih cukup tinggi,” katanya.

Berdasar pantauan KRJOGJA.com di Desa Karanganyar yang tidak dilanda banjir tingkat kehadirannya justru rendah. Misal, di TPS 5 Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar, tercatat tingkat kehadirannya hanya 64,22 persen. Dari DPT sebanyak 436 orang yang menggunakan hak pilihnya hanya 280 orang.

Dari lima TPS terantau di Desa Karanganyar itu, semua dimenangkan paslon Esti’anah- KH Ali Makhsum dengan selisih cukup jauh. Hal sama terjadi di banyak TPS Desa Tridonorejo Bonang, paslon nomor urut 1 Esti’anah- KH Makhsum unggul dari paslon Mugiyono- Badruddin. (Trq)

BERITA REKOMENDASI