Hebat.. Istri Walikota Semarang Mahir Pompa Jantung

SEMARANG KRJOGJA.com – Sebanyak 1.700 warga Kota Semarang, terdiri dari anggota Karang Taruna, perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat, kader PKK dan anggota LPMK, belum lama ini mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar di 17 tempat penyelenggaraan secara serentak berpusat di Balaikota Semarang. Bantuan Hidup Dasar merupakan cara memberi penanganan darurat pada seseorang yang mengalami gagal pernafasan dan jantung terhenti berdegup.

Diungkapkan oleh dr Susi Herawati M Kes, Direktur RSUD Wongsonegoro Semarang selaku pemrakarsa kegiatan dengan support 25 Rumah Sakit yang ada di Kota Semarang, bahwa kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi warga Semarang digelar untuk menyambut HUT Kota Semarang Ke-471.

"Saya rasa sangat penting membekali setiap warga Kota Semarang pengetahuan dan kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar bagi orang yang tengah mengalami gagal nafas atau gagal jantung. Bantuan ini akan memberi peluang untuk menyelamatkan seseorang dari kematian atau dampak fatal. Hitungannya kalau mati jantung atau jantung berhenti bergegup hanya beberapa detik saja. Oleh karena itu untuk menangani atau membantu menyelamatkannya ada teknik tersendiri yang dianjurkan medik," ungkap Susi Herawati.

Kegiatan digelar di seluruh Kantor Kecamatan se-Kota Semarang yang jumlahnya mencapai 16 tempat ditambah Balaikota Semarang. Acara dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi yang tidak lain adalah istri Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Tia bahkan menyempatkan diri ikut belajat dan berlatih memberikan bantuan kejutan jantung dengan sistem pemompaan manual dada dengan telapak tangan. Tia mendapat instruksi langsung dari dr Susi Herawati saat memompa dada manekin.

Kegiatan yang diikuti 1.700 warga ini mendapat apresiasi dari Lembaga Prestasi Dunia Indonesia (Leprid) pimpinan Paulus Pangka SH. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI