Hendi Prio Santoso Dirut PT Semen Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG(KRjogja.com) – PT Semen Indonesia mengangkat Hendi Prio Santoso, sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Jumat (15/9/2017). Hendi menggantikan Rizkan Chandra yang meninggal dunia pada 15 Juli 2017.

RUPSLB juga mengesahkan susunan pengurus perseroan yang baru. Komposisinya, Dewan Komisaris Utama dijabat Sutiyoso. Anggota Komisaris Hambra, Sony Subrata, Astera Primanto Hakti, Wahyu Hidayat. Ditambah dua komisaris independen Djamari Chaniago dan Nazaruddin Umar.

Jajaran direksi, Direktur Keuangan dijabat Fajar Judisiawan, Direktur Pemasaran  & Suplay Chain Ahyanizzaman. Direktur Produksi Benny Wendry, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha Doddy Sulasmono. Direktur Enjiniring & Proyek Tri Abdisatrijo dan Direktur SDM & Hukum Agung Yunanto.

Menurut Sekretaris Perusahaan Agung Wiharto, kepada KRjogja.com, Sabtu (16/9/2017), RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan terkait penetapan saham Seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia dan standarisasi Anggaran Dasar BUMN Terbuka. Disetujui pula ratifikasi peraturan Menteri BUMN yang wajib dikukuhkan oleh BUMN Terbuka.

Menurut Agung Wiharto, konsumsi semen domestik hingga Agustus 2017 tumbuh 5,7% atau sebesar 41,13 juta ton dibandingkan periode 2016 sebesar 38,92 juta ton. Peningkatan konsumsi didorong oleh permintaan yang cukup tinggi di Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Khususnya permintaan semen untuk proyek-proyek infrastruktur.

Sementara itu, konsumsi semen di Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih menurun. Namun pada Agustus 2017, Sulawesi dan Indonesia Timur mulai konsumsinya mulai meningkat cukup signifikan.

Kinerja penjualan domestik perseroan hingga Agustus 2017 tumbuh 4,1% atau 16,88 juta ton dibanding periode sama 2016 sebesar 16,23 juta ton. Sementara, total penjualan semen perseroan, termasuk penjualan Thang Long Cement Vietnam dan ekspor semen, tumbuh 9,0% atau 19,96 juta ton dibanding periode sama 2016 sebesar 18,30 juta ton.

Hingga Agustus 2017, volume penjualan ekspor perseroan mencapai 1,25 juta ton atau naik 249,5% dibanding periode sama 2016 sebesar 360.417 ton. Tujuan ekspor diantaranya ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Srilanka, Kuwait serta Australia.

Menurut Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso, pada 2017, penjualan semen dalam negeri dan ekspor diperkirakan mencapai 68 juta ton. Sementara, kapasitas produksi domestik diperkirakan 100 juta ton, sehingga terdapat kelebihan pasokan semen dalam negeri sekitar 30 juta ton atau ±30% dari kapasitas nasional. Dalam kompetisi domestik yang ketat, lanjut Agung Wiharto, perseroan masih mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam negeri sebesar 41,1%. (Isi).

 

BERITA REKOMENDASI