Hendrar Prihadi Tanam 48 Ribu Pohon di Bantaran Sungai

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Hendrar Prihadi SE MM, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang yang juga Walikota Semarang, Minggu (10/01/2021) memperingati HUT Ke-48 PDI Perjuangan dengan melakukan penanaman 48.000 pohon dibantaran 5 sungai yang ada di Kota Semarang, diantaranya Sungai Babon, Sringin, Banger, Banjirkanal Timur dan Barat.

“Penanaman pohon ini diawali hari ini, bertepatan dengan ulang tahun PDI perjuangan ke-48 di bantaran aliran sungai Banjirkanal barat. Selanjutnya akan dilakukan di bantaran sungai yang ada di kawasan Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk melindungi dan mempercantik bantaran sungai. Selain itu tanaman yang tumbuh juga akan memberi manfaat bagi kawasan maupun masyarakat sekitar,” ungkap Hendrar Prihadi atau yang akrab dikenal Hendi di halaman instalasi Bendung Gerak Banjirkanal Barat Semarang, sebagai tempat seremonial.

Hendi yang datang bersama Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wakil Walikota Semarang yang sedianya menandai dengan penanaman pohon akhirnya hanya menyaksikan dikarenakan kaki kanannya mengalami cidera dan harus duduk di kursi roda. Hevearita atau yang akrab dipanggil mbak Ita lalu menanam beberapa bibit pohon buah di bantaran sungai disaksikan para Ketua Anak Cabang PDI Perjuangan yang ada di Kota Semarang.

Di tengah pandemi Covid-19 menurut Hendi peringatan HUT PDI Perjuangan dilakukan secara sederhana dan dalam pembatasan protokol kesehatan. Dalam sambutannya, Hendi juga menyampaikan terima kasih kepada para Ketua Anak Cabang san seluruh simpatisan PDI Perjuangan yang telah bekerja maksimal hingga membuat dirinya yang berpasangan dengan Mbak Ita terpilih kembali sebagai Walikota dan Wakil Walikota Semarang dalam Pilwakot Semarang bulan lalu. Hendi selaku Ketua DPC PDI Perjuangan juga memberikan penghargaan kepada Para Ketua Anak Cabang PDI Perjuangan.

Sementara mBak Ita mengungkapkan penanaman pohon merupakan bagian dari upaya PDI Perjuangan mengajak kepada masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan gerakan penghijauan. “Kota Semarang bisa asri, nyaman dan menarik untuk dikunjungi juga berkat kepedulian seluruh warganya yang merasa memiliki dan merawat. Oleh karena itu sikap-sikap merawat perlu dipupuk dengan semangat kebersamaan,” ungkap Mbak Ita. (Cha)

BERITA REKOMENDASI