Hidup Cerdas dan Keren Ala Gus Baha

Lebih lanjut Gus Baha menyarankan agar dalam hidup semaksimal mungkin tidak tergantung pada banyak hal. Hidup itu apa? Hidup yang paling mulia itu yang paling dekat dengan Allah.

“Usahakan agar kita tidak tergantung pada banyak hal. Karena tergantung pada banyak hal dan tidak tergantung pada banyak hal itu keren mana? cerdas mana?. Ya keren yang tidak tergantung pada banyak hal. Misalnya saja untuk bahagia itu bisa kapan saja ndak usah nunggu harus terkenal, harus punya uang banyak, harus ini harus itu. Kalau untuk bahagia saja harus menggantugkan pada berbagai kemungkinan dan keadaan betapa kita akan menjadi manusia yang susah bersyukur”, ujarnya.

Lebih lanjut Gus Baha menjelaskan kebiasaanya membawa kitab kemana mana saat disuruh menjadi pembicara. Menurutnya kita semua sebagai umat Nabi Muhammad berhak mendapat warisan yang paling luhur dan jernih yakni Alqur’an dan Hadis serta yang paling berhak mendapat otoritatif menterjemahkan Alqur’an dan Hadis adalah ulama ulama kelas dunia yang telah diakui kealimannya seperi Imam Buhari, Imam Ghozali dan ulama ulama yang sekaliber beliau. Sehingga umat berhak mendapatkan pemikiran pemikiran para ulama tersebut.

“Kalau saya ndak bawa kitab saya khawatir yang saya sampaikan adalah pemikiran saya bukan pemikiran pemikiran para ulama yang telah terbukti keotentikannya tersebut”, pungkas Gus Baha.

Rektor Unissula Drs Bedjo Santoso MT PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa Unissula setiap tahunnya mengadakan peringatan tahun baru Hijriyah dalam rangka menegaskan Kembali pentingnya spirit Islam dalam kehidupan.

“Ngaji bareng Gus Baha ini menjadi agenda yang penting dalam peringatan tahun baru Islam kali ini karena Unissula ingin selalu dekat dengan ulama agar senanatiasa mendapat nasehat yang benar dan juga mendapatkan banyak keberkahan”, ujar Rektor. (sgi)

BERITA REKOMENDASI