Hindari Golput, Jadikan Pilkada Cerdas

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Meningkatnya suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Kudus harus disikapi dengan bijak oleh seluruh komponen masyarakat, sehingga perjalanan hingga pelaksanaan pesta demokrasi nanti dapat berjalan tertib dan lancar. TNI juga siap membatu aparat kepolisian untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah. Hal itu diungkapkan Dandim 0722 Kudus Letkol (Inf) Sentot Dwi Purnomo.

Jajarannya telah menarik garis tegas, agar militer aktif tidak ikut terlibat dalam kegiatan politik. Seluruh anggota TNI menjaga netralitas dalam menghadapi pilkada 2018, sebab apabila militer terlibat dalam berpolitik, maka kehidupan demokrasi politik menjadi tidak sehat dan menggangu kondusifitas domokrasi Indonesia. “TNI tetap menjaga netralitas dalam pilkada,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Sabtu (04/03/2018).

Pernyataan serupa juga telah disampaikan Dandim 0722 Kudus kepada sekitar 60 tokoh masyarakat desa dalam kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk sinergitas dalam mewujudkan Pilkada Kudus 2018 yang Aman dan Damai. Anggota TNI tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon (paslon), dan apabila diketahui tidak netral maka akan diambil tindakan tegas.

“Kami mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga agar senantiasa waspada terhadap hal-hal yang mengganggu alam demokrasi. Sikapi pilkiada dengan bijak, santun, dewasa dan berdemokrasi Pancasila,” tegasnya.

Sementara, Kepala Kantor Kesatuan Pembangunan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyatakan, salah satu kendala pelaksanaan pilkada yaitu adanya pemilih golput yang  tidak menggunakan hak pilihnya. Pemilih yang tidak cerdas menjadi salah satu penyebab munculnya pemimpin eksekutif maupun legislatif yang korup.

Pilkada Kudus 2018 diikuti lima paslon. Masyarakat diminta menentukan satu paslon yang memiliki program- program terbaik untuk memimpin Kudus lima tahun ke depan. (Trq)

BERITA REKOMENDASI