HUT TNI, Anggota Denpom IV/5 Dengar Kesaksian Senior

SEMARANG KRJogja.Com – Peringata HUT TNI Ke-75 pada 5 Oktober ini sangat beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini diperingati dalam suasana Pandemi Covid-19 yang mengharuskan mengikuti protokol kesehatan dengan bermasker dan selalu jaga jarak. Namun bagi Denpom IV/5 Semarang, peringatan terasa istimewa karena dalam tasyakuran terbatas bisa dihadiri oleh Veteran Pejuang Kemerdekaan yang merupakan cikal bakal TNI dari Corps Polisi Militer, yakni Kapten CPM Purn Sanjoto (90).

Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM Okto Femula SH MSi MHan merasa ada surprice tersendiri acara tasyakuran kenaikan pangkat sekaligus peringatan HUT Ke-75 TNI di markasnya bisa dihadiri sesepuh CPM yang pernah berjuang gerilya bersama Panglima Besar Jenderal Soedirman menghadapi tentara penjajah Belanda.

Hal yang mengesankan, Kapten CPM Purn Sanjoto berkenan memceritakan kembali pengalamannya selama berjuang sejak usia 12 tahun menghadapi tentara Jepang. Bahkan hanya berbekal tekad dan semangat tak takut mati, dirinya bergabung dalam barisan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan mulai keluar-masuk hutan untuk bergerilya. Saat menjadi tentara, Sanjoto ditunjuk sebagai Polisi Tentara (PT). namun tugasnya tidak sebagai Polisi yang mengawasi tentara, melainkan yang sama-sama bergerilya menghancurkan musuh. Hanya saja tugasnya lebih berat yakni mengamankan rute gerilya Jenderal Soedirman saat berada di wilayahnya, sekitar Wonogiri dan Karanganyar.

Okto merasa bahagia karena masih sosok pejuang dan sesepuh CPM yang masih sehat dan punya ingatan tajam seperti Kapten CPM Purn Sanjoto. “Kisah-kisah beliau saya kira bisa menginspirasi prajurit TNI era sekarang. Meski sudah lama pensiun namun semangat dan jiwa tentara yang kokoh menjaga Sapta Marga dan Sumpah Prajurit masih terpatri. Ini yang patut dicontoh, menjadi prajurit TNI tidak sekadar label namun harus dijiwai,” ungkap Mayor CPM Okto Femula. (Cha)

BERITA REKOMENDASI