Industri Jeans Pekalongan Perlu “Melok”

SEMARANG,KRJOGJA.com- Kabupaten Pekalongan memiliki banyak industri kecil (skala rumah tangga) pembuatan atau pencucian celana jeans. Namun industri ini menyebabkan permasalahan di antaranya limbah, pemilihan bahan baku kurang efisien, pemakaian air dan energi yang berlebihan dan sarana prasarana kurang ramah lingkungan.

Menurut dosen Politeknik Negeri Semarang Dr Edy Suhartono MSi yang melakukan pengabdian masyarakat PPPUD (Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah) bersama timnya di kluster industri kecil “Ryan Jeans” Desa Surabayan Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan,  industri kecil belum mengetahui stategi “Melok” dalam pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu secara kontinyu pada proses produksi dalam upaya perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

“Melok atau Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan perlu dijalankan agar menghasilkan produk berkualitas, ramah lingkungan, sehat, dan memperoleh keuntungan dalam usahanya. Kami mengenalkan teknologi tepat guna dan membantu peralatan economizer 1 unit untuk menghemat energi, 1 unit alat pengering (oven) jeans serta 1 peralatan pengolahan air limbah sehingga green product bisa tercapai. Lewat Melok bisa diminimalkan keluaran bukan produk, sarana dan prasarana yang tidak ramah lingkungan, serta tata letak usaha yang tidak teratur” ujar Dr Edi S yang juga ketua tim multi tahun PPPUD Polines 2019- 2021 di Semarang, Selasa (1/10/2019).

Lebih lanjut menurut Dr Edi S, dirinya dengan anggota Dr Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi, Basuki Setyobudi ST MT dan Mochamad Yusa ST MKomp juga melakukan pendampingan untuk pemasaran berbasis E-comerce sehingga pemasaran dapat meningkat 30% dan meluas sampai ke wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. (sgi/Riy)

 

BERITA REKOMENDASI