Industri Kendal Sudah Dikenal Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Kabupaten Kendal menurut catatan sejarah sudah dikenal dunia, hal ini terlihat dari beberapa peninggalan sejarah berupa pabrik gula di beberapa tempat seperti Cepiring, Gemuh dan Puguh Pehandon. Ini menandakan Kabupaten Kendal sudah mengenal industri sejak beberapa abad silam.

Pernyataan tersebut dikatakan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementrian Perindustrian RI, Dr Ir Taufiek Bawazier MSi dalam acara Forum Group Discusion (FGD) Kendal Sebagai Sentra Kawasan Insudtri di Jawa Tengah. Taufiek mengatakan karena sudah tercatat sejarah maka untuk menjadi sebuah kawasan industri di Kabupaten Kendal bukan hal yang susah. Kawasan Industri Kendal (KIK) yang saat ini sudah dibangun beberapa industri merupakan gambaran tersebut.

“Sebagai perwakilan pemerintah kami akan membantu untuk ikut membesarkan Kendal di bidang perindustrian. Ini tugas kami turun tangan membantu pengembangan industrinya,” ujar Taufik, Jumat (11/06/2021).

Pihaknya juga akan mengupayakan agar industri di Kabupaten Kendal memiliki multiplier effect, saling take and give dengan memanfaatkan secara maksimum informasi teknologi yang ada. Taufiek Bawazir juga mengatakan selain memiliki Kawasan Industri Kendal di kabupaten tersebut terdapat pabrik baja dan industri pariwisata yang cukup besar potensinya.

“Saat ini kontribusi sektor industri Kendal sudah melebihi 30 persen terhadap pendapatan daerah, ini merupakan indikator capaian keberhasilan suatu daerah dari perspektif perindustrian,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Kendal Dico Ganinduto mengatakan sudah banyak industri yang berdiri di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang memiliki luas sekitar 1.000 hektar. sedangkan puluhan Negara yang siap berinvestasi seperti Vietnam, Jepang, China, Malaysia, Singapura, Korea, dan juga Philipina.

Melihat potensi tersebut, pihaknya berharap ke depan KIK mampu menampung lalu lintas industri yang melintasi dan berproduksi di kawasan tersebut. “Ini kami lakukan karena melihat prospek yang sangat bagus untuk mengembangkan perindustrian. Apalagi sudah ada puluhan Negara yang siap berinvestasi seperti Vietnam, Jepang, China, Malaysia, Singapura, Korea, Philipina dan tentunya Indonesia,” ujar Dico. (Ung)

BERITA REKOMENDASI