Insentif Tambahan Nakes, Pemkot Salatiga Kaji Payung Hukum

SALATIGA, KRJOGJA.com – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Corona (covid-19) di Salatiga diusulkan untuk mendapatkan tambahan uang (insentif) dari biaya tak terduga APBD Salatiga. Rencana alokasi anggaran ini masih dikaji lantaran pihak Pemkot Salatiga sendiri masih kebingungan mencari dasar hukum yang kuat karena para nakes telah mendapatkan insentif dari Kementrian Kesehatan.

Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit kepada KRjogja.com mengatakan insentif tersebut merupakan usulan dewan bahwa untuk tenaga kesehatan (nakes) yang menangani langsung virus korona mendapat Rp 2 juta per bulan untuk dokter dan perawat Rp 1 juta per bulan.

“Kami usulkan kepada Pemkot Salatiga agar memberi insentif kepada nakes dari dana BTT APBD Salatiga,” tandas Dance Ishak Palit.

Wakil Ketua DPRD Salatiga, Latif Nahari dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan pihaknya mendukung usulan tersebut, namun semuanya tergantung Pemkot Salatiga dalam mengkajinya.

“Kami juga meminta dan merekomendasi agar ada alokasi dana insentif bagi nakes yang menangani langsung korona di Salatiga. Menurut Pihak DKK Salatiga untuk menghitung insentif ini ada rumusnya begitu. Kemudian apakah ada payung hukumnya biar Bagian Hukum Pemkot Salatiga yang menentukannya,” tandas Latif Nahari kepada KRJOGJA.com, Rabu (04/08/2020) malam.

BERITA REKOMENDASI