Investor Pasar Rejosari Tolak Putus Kontrak

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – PT Patra Berkah Itqoni (PBI) yang selama ini telah menandatangani kontrak kerjasama dalam pembangunan Pasar Rejosari Salatiga akan menolak putus kontrak apabila tidak ada perhitungan dan ganti rugi terhadap investor dari pihak Pemkot Salatiga.

Menurut sumber di Pemkot Salatiga, pada beberapa kali pertemuan dan hearing dengan pihak PT PBI selaku investor Pasar Rejosari (Pasar Sapi) menyatakan sanggup untuk memutus kontrak dengan pihak Pemkot Salatiga.

“Pada waktu kami mengadakan pertemuan tahun lalu 2017, PT PBI menyatakan angkat tangan untuk membangun Pasar Rejosari. Kemudian direncanakan dengan anggaran APBD tersebut. Itu kronologinya. Setelah itu saya tidak tahu lagi perkembangannya, karena saya dimutasi dari Kepala Dinas Perdagangan sebagai Kepala Bkdiklatda. Soal prosesnya sekarang bukan tanggung jawab kami,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Salatiga, Muthoin kepada KRJOGJA.com.

Penanggungjawab PT Patra Berkah Itqoni (PBI) di Salatiga, Mustakim mengakui pihaknya memang sempat mengadakan pertemuan dengan pihak terkait di Pemkot Salatiga. Dalam pertemuan tersebut, menurut Mustkim PT PBI memang sanggup putus kontrak.

Namun dengan persyaratan harus dengan perhitungan ganti rugi kepada PT PBI. “Sebenarnya kami siap membangun, tetapi dalam prosesnya kami selalu disudutkan dipersulit selama 6 tahun ini tidak jalan dan digantung terus,” kata Mustakim, Kamis (20/12/2018).

Mengenai tandatangan putus kontrak dengan Pemkot Salatiga, PT PBI dalam pendirian menolak tandatangan selama belum ada kejelasan ganti rugi. “Bayangkan kami ‘digantung’ selama 6 tahun oleh Pemkot Salatiga sudah berapa besar kerugian yang kami keluarkan kemana-mana. Kami menolak putus kontrak,” tandas Mustakim. (Sus)

BERITA REKOMENDASI