Jaga Persatuan, Semangat Habib Hasan Tetap Hidup

SEMARANG, KRJOGJA.com – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memimpin masyarakat Kota Semarang mengikuti Kirab Merah Putih, Kamis (1/3/2018). Tak kurang dari tujuh ratus orang yang mewakili berbagai elemen masyarakat ikut dalam rombongan kirab tersebut.

Mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer membawa bendera merah putih dari Jalan Duku, Lamper Kidul Semarang ke Lapangan Pancasila, Simpang Lima.

Berjalan perlahan mulai pukul 08.00 WIB, peserta tiba di Lapangan Pancasila Simpang Lima sekitar pukul 10. Mereka lalu berkumpul dengan ratusan peserta lainnya untuk mengikuti Apel Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menyebutkan, bahwa kirab tersebut menjadi sebuah simbol bagaimana seluruh perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan bangsa terdahulu adalah untuk mengibarkan Merah Putih yang muaranya adalah Pancasila.

“Di Jalan Duku sana, tempat awal kita melangkahkan kaki ke Lapangan Pancasila ini, dimakamkan Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya, seorang ulama besar pejuang bangsa, yang rela berkorban untuk kita dapat merasakan kemerdekaan pada hari ini,” jelas Walikota Hendi.

“Maka pada kirab hari ini, ada semangat kepahlawanan pejuang bangsa terdahulu yang mengiringi kita terus berjalan menegakkan bendera Merah Putih,” lanjut pria yang juga merupakan Komandan Satgas NKRI Jateng itu.

“Sehingga jelaslah pesan Bung Karno, Jas Merah ! Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, karena nyatanya dengan berpegang pada sejarahlah hari ini berkorbar semangat kita, lantang teriak kita, dan tegak pendirian kita. Maka jangan sampai ada sejarah perjuangan yang terlewatkan dari catatan kita, termasuk sejarah perjuangan yang dilakukan oleh Habib Hasan,” tegas Walikota Hendi di hadapan peserta Kirab.

Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya sendiri merupakah pahlawan Indonesia yang mempunyai julukan ‘Singo Barong’.

Julukan tersebut disematkan kepadanya karena dikenal garang dalam melawan penjajah. Seperti yang dilakukannya kala mengusir penjajah dari Pekalongan pada tahun 1785.

Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya kemudian wafat pada tahun 1881 dan dimakamkan di Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang.(*)

BERITA REKOMENDASI