Jelang Paskah, Gereja di Kudus Disterilisasi

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Paska terjadinya bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan aksi teror di Mabes Polri beberapa hari lalu, membuat aparat keamanan lebih waspada. Terlebih jelang perayaan paskah bagi umat kristiani, kemungkinan gangguan keamanan diantisipasi.

Di ‘Kota Kretek’ Kudus, jajaran Polres setempat bersama Brimob Pati, Kamis (01/04/2021) melakukan sterilisasi dan pengamanan gereja-gereja jelang perayaan Paskah. “Itu kami lakukan agar umat Kristiani yang sedang merayakan paskah merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma.

Berdasar rapat koordinasi dengan pihak terkait, antisipasi gangguan keamanan seluruh gereja di Kudus dilakukan mulai ibadat Kamis Putih, Jumat Agung hingga Sabtu-Minggu Paskah. Pengamanan mulai dari preemtif, preventif hingga penegakan hukum jika sampai terjadi gangguan keamanan.

Kapolres mengatakan, sterilisasi dilakukan petugas dengan menggunakan metal detector di dalam dan lingkungan sekitar gereja. Sedang penjagaan ketat melibatkan sejumlah personil Polres Kudus dan Brimob Pati, anjing pelacak (K-9), ditambah kekuatan samping antara lain TNI dari Kodim 0722 Kudus dan PAM Swakarsa.

Beberapa gereja yang disterilisasi, antara lain Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista, Gereja Isa Almasih Kudus, GKMI Rayon 1 Jalan Wahid Hasyim Desa Panjunan, GKMI Tanjungkarang dan GKMI Rayon 2 Jalan Diponegoro. “Sterilisasi seluruh gereja yang kami amankan. Termasuk yang berada di kecamatan dengan mengerahkan petugas Polsek dan Koramil,” tegasnya.

Sementara itu, karena perayaan paskah masih dalam suasana pandemi Covid-19, pihaknya meminta kepada masyarakat atau umat kristiani yang menjalankan ibadat tatap muka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tetap pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” tandasnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI