Jembatan Gantung Cipluk Diterjang Banjir, Dua Kecamatan Terputus

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRJOGJA.com – Jembatan gantung yang selama ini menghubungkan Desa Sidokumpul dengan Desa Sojomerto ambrol diterjang banjir, Jumat (1/3) petang. Hal ini membuat jalur alternatif utama kecamatan Patean dengan Kecamatan Gemuh terputus. 

Banjir besar yang melanda sungai Blukar bagian atas membawa serta material kayu dan bebatuan dan menggerus pondasi jembatan sehingga ambrol. Akibatnya karena derasnya aliran sungai membuat pondasi sungai hanyut dan jembatan yang dibangun tahun 2004 tersebut hanyut.

Satyo Kepala Dusun Cipluk barat Satyo kepada KRjogja.com Sabtu (2/3) mengatakan jumat malam sungai Blumar meluap hingga alur sungai tak lagi bisa menampung. "Sungai banjir warga menyaksikan di pinggir sungai jarena saat itu masih belum gelap, tepat pk.16.00wib pondasi jembatan yang ada di wilayah dusun cipluk barat tidak kuat menahan air dan ambrol lalu hanyut, akibatnya jembata runtuh satu sisi dan hubungan terputus,"ujar Satyo.

Terputusnya jembatan tersebut membuat warga harus menyeberang lewat sungai. Karena jika tidak maka jarak tempuh berjarak 50KM bahkan lebih. "Anak-anak sekolah terpaksa menyeberang dengan pengawasan orang tua masing-masig,"lanjutnya.

Salah satu siswa SMPN 3 Gemuh Didik Setiawan harus menyeberang kali Blukar saat berangkat dan pulang sekolah. Siswa jelas 7 ini mengatakan pagi hari saat berangkat bersana teman-temannya bersama menyeberang sungai karena meski rumah tinggalnya di Kecamatan Patean dirinya berselokah di SMPN 3 Gemuh karena lebih dekat. "Tadi pagi saat berangkat sekolah menyeberang dan ini pulangnya juga sama, meskipun takut tapi harus di beranikan agar bisa sekolah,"ujar Didik. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI