Jembatan Kalipang Patah, Warga Kesulitan Lakukan Kegiatan

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Jembatan Kalipang Kecamatan Gabus Grobogan patah akibat salah satu tiang penyangga ambles tergerus arus sungai. Separuh badan jembatan itu terlihat anjlok, sehingga bisa membahayakan jika dilewati kendaraan.

“Saya tidak berani melewati karena takut jembatan ambrol ke dasar sungai,” ujar Wakidi (45), warga Gabus saat mengurungkan niatnya akan melewati jembatan tersebut, Kamis (15/03/2018).

Kepala Desa Kalipang Supriyanto, menjelaskan, jembatan dengan panjang sekitar 35 meter itu memang kondisinya cukup membahayakan jika dilewati. “Sebenarnya tanda-tanda jembatan akan patah sudah diketahui hampir setengah tahun lalu akibat salah satu tiang penyangga tergerus arus sungai. Kondisinya makin parah ketika hujan deras yang terjadi tiga hari lalu dan elevasi sungai melebih ambang batas,” terangnya.

Diakuinya, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya warga  menuju Dusun Dongglugu, Tanjung, dan Dusun Kepoh. Karena jembatan patah, maka warga, terutama anak-anak sekolah, harus memutar melewati Dusun Sugihan yang jauhnya sekitar 3 kilometer. ”Untuk memperbaiki jembatan tersebut paling tidak membutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta. Pemdes tidak mempunyai anggaran sebesar itu,” ujar Suprianto.

Menanggapi hal itu, Kabid Pembangunan Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Grobogan Erry ST MT menegaskan, jembatan Kalipang statusnya milik desa. Meski begitu, kami akan mengusulkan bantuan anggaran ke Pemkab dan Pemprov, terangnya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI