JKSN Hindari Masjid dan Ponpes Untuk Kampanye

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJogja.Com – Jaringan Kyai Santri Nusantara (JKSN) Jawa Tengah dibentuk sebagai upaya dukungan kyai dan santri untuk pemenangan pasangan Capres-Cawapres 2019-2024, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Jumat (2/11/2019) para Kyai dan Santri Jawa Tengah yang tergabung dalam JKSN membulatkan tekad dukungannya sebagai wujud tawaduq kepada KH Ma'ruf Amin sebagai pimpinan besar ulama Indonesia.

 

'Selain itu para kyai juga menilai pribadi Capres Jokowi dari perilaku ibadahnya. Sebagai seorang muslim, Pak Jokowi salatnya tekun dan baik. Kalau orang salatnya baik dan benar, maka Insya Allah perilakunya pun sangat baik dan amanah", ujar KH Rozikin, Ketua Umum JKSN Pusat saat konferensi pers di Hotel Metro Semarang, Jumat (2/11/2018) petang.

Rozikin juga bertekad, keberadaan JKSN akan menguatkan suara dukungan dari kalangan kyai dan santri yang akan dilakukan dengan cara kampanye door to door, mengedepankan empati dan kesantunan.

Sebagaimana ditambahkan oleh Sekjen JKSN KH Zahirul Azhar, JKSN akan menjaga umat agar tidak hanyut dalam perpecahan yang timbul karena perbedaan dukungan. Oleh karena itu JKSN akan menghindari kampanye hitam dan kampanye negatif. "Kita tak akan menjelek-jelekkan apalagi menebar fitnah. Akan kami hindari kampanye yang merusak tatanan demokrasi. JKSN juga akan menghindari kampanye-kampanye di Masjid maupun Pondik Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan. Kami minta wartawan juga bisa mengawasi dan memonitor kami, silahkan ingatkan kami kalau kami melanggar. Kami akan memberikan dan menunjukkan cara-cara terbaik untuk kemenangan pasangan Joko Wirodo – KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 nanti", ujar KH Zahirul Azhar.

Puluhan Kyai, Nyai dan Santri menyatakan dukungan dengan ditandai penggunaan syal putih bergambar siluet Joko Widodo dengan tulisan Kerja Nyata. pemasangan syal dilakukan KH Rozikin kepada perwakilan kyai diantaranya KH Hanif Ismail, KH Izzuddin dan KH Musyafak.

Pernyataan sikap dukungan dilakukan oleh Ketua JKSN Jawa Tengah KH Agus Sofwan Hadi didampingi KH Sulthon Said, KH Hadlor (Semarang), KH Musyafak (Grobogan), KH Izzuddin (Kendal), KH Ali Mansyur, KH Rifai (Magelang), KH Arifin (Wonosobo) dan KH Sarwani (Salatiga). (Cha)

 

 

BERITA REKOMENDASI