Jokowi Bagikan 8.000 Sertifikat Tanah Warga Grobogan

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 8.000 sertifikat tanah bagi warga Grobogan. Penyerahan sertifikat tanah berlansgung di Stadion Krida Bhakti Simpanglima Purwodadi, Sabtu (15/09/201

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Mensekneg Pratikno, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wagub Taj Yasin, Pangdan IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jateng Irjen (Pol) Condro Kiron, Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama unsur FKPD setempat.

“Bagi warga yang sudah menerima, tolong sertifikatnya diangkat. Saya akan menghitung untuk memastikan kalau sertifikat ini memang sudah diserahkan kepada 8.000 masyarakat yang hadir di sini,” pinta Presiden Jokowi. Seketika itu, sekitar 8.000 warga langsung mengangkat tangan denan menunjukkan sertifikat yang telah diterimanya dari BPN setempat.

Menurutnya, penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat merupakan salah satu program pemerintah yang terus dilaksanakan sejak tahun lalu. Program ini dilakukan karena banyaknya sengketa yang terjadi di masyarakat. Kasus sengketa tersebut muncul karena salah satu penyebabnya adalah rakyat tidak memegang sertifikat.

“Sertifikat adalah bukti hukum tertulis hak atas tanah. Kalau sudah pegang sertifikat tidak akan ada orang yang berani menggugat,” ujar Presiden.

Disebutkan, seluruh Indonesia terdapat 136 juta sertifikat yang harus diberikan kepada masyarakat.  Namun, sampai akhir tahun 2015, masih ada sekitar 80 juta bidang tanah yang belum memiliki sertifikat. Untuk itu, pihaknya memerintahkan kepada Menteri ATR/BPN pada tahun 2017, untuk menerbitkan minimal 5 juta sertifikat. Jumlah ini naik 10 kali lipat dari biasanya yang hanya berkisar 500 ribu sertifikat setiap tahun.

“Pada tahun 2018, target sertifikat yang harus diberikan kepada masyarakat sebanyak 7 juta. Kemudian tahun 2019 targetnya sebanyak 9 juta sertifikat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta pada masyarakat agar sertifikat yang telah diterimanya itu segera diberi sampul plastik dan difotokopi.  Tujuannya sertifikat tidak cepat rusak, dan jika hilang mudah untuk mengurus ke Kantor BPN.

Jokowi juga mempersilakan jika masyarakat mengagunkan sertifikat untuk memperoleh pinjaman dari bank untuk hal-hal produktif. Namun sebelumnya harus berpikir matang terlebih dulu, jangan sampai baru mengangsur bebepara bulan sudah macet.

Pada acara penyerahan sertifikat untuk rakyat ini, masyarakat nampak antusias menyambut kedatangan Presiden yang melangsungkan perjalanan darat dari Solo menuju Grobogan. Presiden juga turut menghampiri warga yang telah menantinya hingga ke tengah tenda dan berfoto bersama. Setelah melakukan penyerahan sertifikat, presiden dan rombongan meninjau proyek pembangunan dari dana desa yang ada di Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (Tas)

BERITA REKOMENDASI