Jurnalisme Etis Terancam Tenggelam

SEMARANG, KRJOGJA.com – Praktik jurnalisme kompetensi dan etik yang biasa diperankan oleh media cetak diprediksi akan semakin tenggelam berganti baju menjadi jurnalisme ‘berbegas’ dan ‘copy paste’. 
Jurnalisme baru tersebut yang akan mewarnai media online dan cetak.  Sementara jurnalisme televisi semakin didominasi informasi berdasarkan keinginan pasar bukan kebutuhan publik. Guna menghadapi era tersebut diperlukan perlindungan kepada publik agar mempunyai daya saring yang kuat terhadap informasi berita.

Demikian kesimpulan dari talk show bertema ‘Realitas Kehidupan Media dan Prospek Peluang Kerja’ di Kampus Unissula, Semarang, Kamis (22/3/2018). Tampil sebagai pembicara Ketua PWI Jateng Amir  Machmud NS, Pengamat Komunikasi Undip Dr Turnomo Rahardjo Msi, Pakar Komunikasi Unissula, Made Dwi Adnjani dan Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo. Seminar dibuka Rektor Unissula  Ir Prabowo Setiyawan MT PhD.

Amir Machmud menegaskan, jurnalisme ke depan cenderung akan mengubah dominasi kompetensi dan etik menjadi jurnalisme emoji yang sarat simbol kering narasi hingga disebut jurnalisme bergegas. Demikian pula kebiasaan tukar informasi (copy paste) antarwartawan yang berlainan media dalam fenomena terkini semakin tidak terelakkan sehingga disiplin verifikasi dalam sebuah berita akan cenderung terabaikan.

Terhadap kondisi ini, kata Amir Machmud, kebebasan pers yang dinikmati publik seiring keluarnya UU 40 tahun 1999 tentang Pers, cenderung dirusak sendiri oleh kalangan praktisi media lewat pemberitaan yang mengabaikan akuntabilitas, disiplin verifikasi dan kebenaran informasi sebagai ciri jurnalisme kompetensi dan etik.

Dr Turnomo Rahardjo juga membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya, nilai-nilai independen, objektif  dan tanpa prasangka, kini semakin jarang ditemukan di media massa. Dulu, di era masih kuatnya media cetak, semua berkompetisi pada penegakan nilai idealisme pers tersebut. (Isi)

BERITA REKOMENDASI