Kades Minta Seleksi Perangkat Desa, Ini Kata Bupati

KENDAL, KRJOGJA.com – Perwakilan Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Jawa Tengah Yuli menegaskan tidak akan melakukan tes ulang sebagaimana yang dilontarkan Ketua Paguyuban Kades Kendal Bambang Utoro   karena semua sudah mengikuti mekanisme yang ada. 

Bahkan, kata Yuli, LPMP Jateng tidak melanggar Perbup karena sudah menggelar tes serentak selama sehari. Karena itu, tidak ada persoalan karena semua sudah disepakati dan panitia menandatangani berita acara.

"Semua sudah sesuai mekanisme, tes dilaksanakan serentak satu hari dan sehari ada 3 sesi sudah disepakati oleh panitia penjaringan,"ujar Yuli melalui telepon.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku sangat prihatin terutama banyak aduan pascates usai digelar.  "Kami prihatin, tapi keputusannya tetap ada pada desa selaku penyelenggara. Kami pemerintah daerah hanya memfasilitasi saja,” ujar Mirna.

Bupati akan menunggu laporan dari desa selaku penyelenggara dan panitia berdasar audit inspektorat. Sebab kegiatan ini menggunakan anggaran negara. 

"Kalau ada kecurangan itu sama saja saya melukai hati masyarakat. Karena komitmen awal adalah transparan untuk perubahan,” lanjutnya.

Kepala Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum Ali Muhtadi mengkonfirmasi adanya peserta yang mengikuti ujian susulan dan harusnya tidak ada. 

"Saat test kemarin peserta ada yang mengikiti tes ulang di sesi berikutnya, namun ada satu peserta yang tidak ikut test ulang akan tetapi justru ikut test ulang dan peserta ini seharusnya tidak diperbolehkan, ini yang menjadi masalah di desa kami,"ujar Ali. 

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal, Bambang Utoro Selasa (19/12) mengatakan jika LPMP sudah menyalahi Perbup dimana pelaksanaan seleksi perangkat desa adalah serentak, namun kenyataanya dibagi 3 sesi. 

"Sebagai penyelenggara test LPMP sudah menyalahi peraturan bupati yang mangatakan seleksi perangkat desa berlangsung serentak namun dalam kenyataanya dilaksanakan 3 sesi,"ujar Bambang. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI