Kajari Turun Tangan, Urusan Penyertaan Modal Beres

SALATIGA, KRJOGJA.com – Kemelut masalah penyerataan modal Rp 16 miliar ke PD BPR Bank Salatiga beres dan selesai. Walikota dan Ketua DPRD Salatiga ‘rujuk’  menandatangani nota kesepakatan KUAPPAS 2019, Senin (03/12/2018) sore tadi.

Kedua belah pihak yakni Walikota Salatiga, Yuliyanto dan Ketua DPRD Salatiga, M Teddy Sulistio berembuk bersama difasilitasi oleh Kajari Salatiga, Yudi Kristiana di ruang Ketua DPRD Salatiga. Langkah ini dilakukan setelah ‘berseteru’ soal KUAPPAS terkait penyuntikan dengan penyertaan modal ke PD BPR Bank Salatiga yang sebelumnya pihak tim anggaran dan banggar tidak sepakat. Bahkan Walikota Salatiga menolak bertandatangan karena usulan penyerataan modal untuk penyehatan didrop.

"Saya hanya sebagai fasilitator saja agar semuanya berjalan dengan baik dan demi kepentingan masyarakat banyak. Jangan sampai merugikan masyarakat. Saya memberi klarifikasi soal hukum pidana di Bank Salatiga untuk bahan mengambil keputusan dan hukum tetap berjalan tetap penyelamatan bank juga harus berjalan,” tandas Yudi Kristiana kepada para wartawan, Senin (03/12/2018) sore tadi.

Dalam pertemuan’rujuk’ ini dibacakan dana dicairkan Rp 4 miliar paling lamban 10 Desember 2018 dibebankan melalui belanja tak terduga 2018. Kedua, penyertaan modal sebesar Rp 12 miliar paling lambat disetorkan pada 10 Maret 2019 melalui APBD 2019. Selanjutnya walikota melakukan restrukturisasi kelembagaan di Bank BPR Salatiga, perombakan total manajemen/personalia, penguatan fungsi pengawasan, dan menyusun Perda tentang pengelolaan BPR milik daerah.

“Kami meminta Kajari datang dan menjamin serta legitimasi dalam penyertaan modal ini dan memfasilitasi saya dengan walikota. Tempatnya dimanapun tidak masalah ini keputusan politik,” tandas Teddy Sulistio.

Walikota Salatiga, Yuliyanto menegaskan pihaknya segera mengadakan perombakan dan seleksi di jajaran direksi PD BPR Bank Salatiga. “Dalam waktu secepatnya,” tukasnya. (Sus) 

BERITA REKOMENDASI