Kalau Maju, Ekonomi Syariah Indonesia Jadi Model Dunia

SEMARANG, KRJOGJA.com – Mengingat umat Islam Indonesia sebagai mayoritas di Indonesia, pengembangan dan prospek ekonomi syariah sangat terbuka luas dan cerah di Indonesia. Jika sistem keuangan syariah di Indonesia, termasuk juga pasar modal, bisa menjadi 'pionir' atau memimpin maka dunia akan menjadikan ekonomi syariah Indoensia sebagai contoh dan pilihan bagi negara-negara lain dalam mengembangkan ekonomi mereka. 

Hal tersebut terungkap lewat seminar nasional tentang pasar modal syariah yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang di kampus setempat Kamis sore (31/10/2019. Seminar yang dibuka Rektor Unwahas Prof Dr Mahmutarom HR SH MH ini menampilkan sejumlah pembicara di antaranya Prof Dr Noor Achmad MA (anggota Dewan Syariah Nasional), Nico Pracahya SST (trainer Phintraco Sekuritas), dan Ahmad Frediansyah (KSEI).Acara diisi pula dengan pengumuman juara lomba ‘Trading Competetion” antar perguruan tinggi di Indonesia.

Ternyata, mayoritas masyarakat Indonesia belum mengenal pasar modal. Padahal potensinya sangat besar di antaranya selama 10 tahun terakhir pasar modal Indonesia (indeks saham Indonesia) tumbuh 300 persen dan nomor dua dunia mengalahkan negara negara besar seperti AS, Eropa dan lain lain. Pemerintah berharap generasi muda mulai menanamkan investasinya di pasar modal, mulai termurah sekitar Rp 100.000 sudah bisa investasi di pasar modal.

“Masyarakat mileneal punya peran besar dalam memajukan pasar modal atau bursa saham Indonesia. Selama ini justru orang orang asing yang banyak membeli saham berbagai perusahaan Indonesia, relatif sedikit yang orang Indonesia sendiri. Ironis, masyarakat Indonesia hanya sebatas konsumen produk yang diproduksi dan dijual perusahaan yang didanai pasar modal. Sehingga keuntungan ekonomi yang diperoleh juga banyak dinikmati orang asing meski dari perusahaan di Indonesia. Masyarakat mileneal juga sebagai sumber potensial pendanaan berbagai perusahaan yang ada di bursa efek Indonesia sekaligus penggerak dana pembangunan ekonomi Indonesia”  salah satu inti seminar.(sgi)

BERITA REKOMENDASI