Kalau Mau ‘Mremo’, Jangan Terlalu..

SEMARANG, KRJOGJA.com – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mengimbau kepada para pedagang agar tidak memasang tarif makanan dan parkir di tempat wisata yang terlalu tinggi. Hal ini tentu saja mengacu pada prediksi wisatawan yang bakal membanjiri selama musim liburan ini.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disporapar, Prambudi, mengklaim, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di 35 Kota/Kabupaten agar dapat mengatur para pedagang kuliner dan tak lupa para petugas retribusi parkir.

“Kami sudah kerjasama dengan pemda masing-masing. Dan kami hanya ingin para wisatawan nyaman dan aman saat berkunjung ke Jateng,” kata Prambudi saat dihubungi, Sabtu (16/6/2018).

Prambudi berujar, pihaknya akan terus mengingatkan para pedagang kuliner maupun tukang parkir khususnya di lokasi wisata agar memasang tarif yang masuk akal. Ia menilai tarif tak wajar hingga kemudian membuat wisatawan tidak nyaman, malahan akan membuat mereka rugi sendiri.

“Kalau mau mremo (cari untung), tak masalah, karena yang penting harganya wajar. Jangan kebangetan. Nanti kalo ada apa-apa mereka sendiri yang rugi,” ungkapnya.

Namun demikian, ia turut mengimbau kepada para wisatawan agar bisa berwisata secara bijak. Menurutnya, pengunjung juga harus cermat melihat situasi kepada sesuatu yang ditawarkan.

Mereka juga diminta tak segan untuk melapor jika mendapati tarif tak wajar pada dua hal tadi. “Nanti kami yang menangani. Kami pasti akan berikan sanksi kalau nyata ada oknum pedagang yang bermain-main,” tandasnya.

Sebelumnya, Prambudi sendiri mengatakan bahwa Disporapar memprediksi kedatangan delapan juta wisatawan di Jateng selama musim liburan kali ini. Pihaknya turut menyiapkan titik-titik destinasi wisata yang diperkirakan ramai akan pengunjung. Macam Candi Borobudur, Sangiran, Kawasan Dieng, dan Karimunjawa.(*)

BERITA REKOMENDASI