Kampanye di Pedesaan, Ganjar Menginap di Rumah Warga

SEMARANG, KRJOGJA.com – Kebiasaan Ganjar Pranowo blusukan ke desa-desa saat menjabat sebagai Gubernur Jateng aktif, masih tetap dilakukan pada saat Ganjar berkampanye dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 27 Juni mendatang. Tidur di raumah penduduk di perkampubngan sudah biasa dilakukan, termasuk turut menjadi tenaga marketing bagi UMKM yang dikunjunginya.

Namun aksi yang sangat menyentuh dilakukan Ganjar Pranowo saat ia memutuskan untuk tidur atau bermalam di rumah Patonah di desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang. Patonah seorang janda tua (80) yang menderita sakit stroke cukup lama. Ganjar memilih tidur dirumah yang terlalu sederhana tersebut karena ingin merasakan secara langsung kehidupan nenek tua tersebut dalam kesehariannya.

Kehidupan sehari-hari Patonah tidak dari lebih sebuah dipan. Tidur, makan, dan shalat ia lakukan di tempat tidur beralas kasur tipis itu. Ketika Ganjar mengunjungi rumah tersebut Minggu (4/3/2018) pukul 22.00, dua menantu Patonah, Atik Arni (38) dan Tasunah (53), lebih dahulu menemui di ruang depan.

Dua perempuan ini dengan sesenggukan menyambut kehadiran Ganjar Pranowo. "Saya merinding karena saking bungahe (terlalu bahagia). Pejabat dari kelurahan saja belum pernah masuk rumah ini, sementara Pak Ganjar yang seorang Gubernur malah minta tidur di sini. Kami rasanya masih tidak percaya," kata Atik.

Rumah yang ditinggali Patonah dan anak-anaknya hanya berdinding papan dengan ruang tamu berlantai tanah. Jendela-jendela dan dinding rumah banyak berlubang. Kamar Patonah sendiri cukup sempit. Perkakas dapur seperti seperti ember dan panci bergeletakan di atas kasur.

"Ibu menderita stroke sudah tujuh tahun terakhir ini dan tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Kalau mandi pun terpaksa dibopong ke kamar mandi. Makanya di kasur ada ember dan panci karena untuk wudhu ketika Ibu melaksanakan salat di tempat tidur," tambah Tasunah.

Ganjar cukup lama berada di kamar Patonah. Mereka berbincang soal kesehatan dan keseharian. Awalnya Patonah nampak biasa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan Ganjar, karena Patonah belum tahu kalau laki-laki berambut putih di depannya itu Ganjar Pranowo. Baru setelah anaknya membisiki, tangis Patonah pecah. “Oalah Ya Allah pak gubernur,” isak Patonah.

Kamar mandi milik Patonah yang juga dipakai oleh Ganjar pun kondisinya sangat mininalis. Kamar mandi itu terletak di bagian dapur. Saat akan mandi, Ganjar melewati dapur yang di sana juga dipakai sebagai tempat penyimpanan berbagai perkakas, termasuk kurungan ayam.

Dari seluruh lantai rumah itu, hanya sebagian kecil di ruang tengah yang berlapis plester semen tipis. Sehelai karpet pinjaman tetangga dipasang untuk menghormati para tamu yang berjubel datang.

“Jangankan rumah Patonah, desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, itu belum pernah ‘kerawuhan’ pejabat setingkat gubernur. Lokasi kecamatan Balapulang sekitar 13 kilometer dari pusat kota Kabupaten Tegal, Slawi,” tutur seorang penduduk.

Melihat Gubernur Jateng datang ke rumah Patonah, puluhan warga pun berdatangan sambil membawa berbagai hidangan, karena mereka tahu Patonah orang tak punya. Mereka 'lek-lekan' sembari ngobrol santai dengan Ganjar yang rebahan melepas lelah.

Pagi harinya, usai Subuhan, lebih banyak warga yang datang ke rumah Patonah. Mereka menemani Ganjar sarapan dan mengobrol hingga calon gubernur petahana itu berangkat melanjutkan perjalanan.
 
Kepada pemilik rumah, Ganjar pamit seraya meminta izin untuk membantu pembangunan rumah. Tak ada kata-kata keluar dari bibir Patonah. Ia hanya tersedu sembari memeluk erat pria berambut putih itu. (Budiono)

BERITA REKOMENDASI