‘Katahati’ Prihatinkan Makam Penyiar Proklamasi Asal Grobogan

SEMARANG, KRJOGJA.com – Jelang peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember, Komunitas Sepeda ‘Katahati’ Perumahan Pucanggading Kabupaten Demak, Minggu (7/11/2021) bersepeda untuk menziarahi makam Markonis (penyiar berita morse), R Soegiarin di Komplek Makam Kadipaten, Gunung Brintik Bergota Semarang.

Rombongan menempuh jarak sekitar 20 kilometer selain untuk membersihkan makam dan ziarah, juga ingin mengenal lebih dalam sosok almarhum R Soegiarin.

“Kami baru tahu bahwa ternyata R Soegiarin adalah sosok yang punya peranan penting bagi kemerdekaan Indonesia. Karena beliau, berita atau kabar Proklamasi Indonesia tersiar ke seluruh pelosik dunia. Beliau dimakamkan di Semarang,” ungkap Sani, salah seorang peserta sepeda Ziarah Hari Pahlawan ‘Katahati’.

Ketua ‘Katahati’, Wahyudin mengatakan kegiatan sepeda sehat kali ini dikhususkan untuk memyambut dan memperingati Hari Pahlawan. “Kami sengaja menziarahi makam yang luput dari perhatian, salah satunya makam R Soegiarin. Bila TMP sering diziarahi pada peringatan-peringatan perjuangan, maka kali ini kami menziarahi makam pahlawan atau orang yang berjasa bagi negara Indonesia tapi makamnya ada di luar TMP dan jarang dikunjungi. Kami datang ke sini melakukan bakti sosial dengan membersihkan makam serta melakukan doa bersama,” ujar Wahyudin.

Rombongan berjumlah 40an orang ini juga mendengar sejarah perjuangan R Soegiarin yang lahir di Grobogan dan memiliki latar belakang sekolah pelayaran di Surabaya, dari R Soegiarno adik R Soegiarin.

Soegiarno yang kini berusia 93 tahun menyampaikan terima kasihnya kepada para goweser. “Saya mewakili keluarga, menyampaikan terima kasih. Beginilah makam Mas Rin, jauh dari kebisingan dan tak banyak yang tahu dan paham kiprahnya. Kepedulian saudara-saudari sekalian membersihkan makam dan mendoakan almarhum memiliki arti besar dalam menumbuhkan semangat cinta tanah air. Semoga ini akan selalu tumbuh dan mewarnai generasi mendatang. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa para pahlawan. Karena itu, ambillah apinya jangan abunya. Teladani lah semangat juang Mas Giarin dalam mengabdikan seluruh jiwa raganya untuk kemerdekaan,” ucap R Sogiarno.

Meski punya jasa besar bersama Adam Malik dalam menyiarkan berita proklamasi 17 Agustus 1945, namun hingga akhir hayatnya R Soegiarin belum mendapat perhatian. Seperti tercatat sebagai Veteran PKRI maupun memdapat penghargaan. “Beliau saat hidup tidak mau mengurus, apalagi mengajukan diri. Namun bagi saya, adiknya memandang perlu karena merupakan bagian dari sejarah yang perlu diteladani semangatnya. Hingga pada akhirnya, tanpa itu semua nama R Soegiarin tenggelam dan dilupakan, meski pernah ada dalam catatan buku sejarah perjuangan bangsa,” kata R Soegiarno.

BERITA REKOMENDASI