KBIH Penyalur Harus Dicabut Izinnya

SEMARANG (KRjogja.com)- Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur minta kepada instansi terkait untuk mencabut izin operasional Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terlibat dalam pemberangkatan calon haji asal Indonesia melalui Filipina. 177 Calhaj asal Indonesia yang sempat ditahan di Filipina merupakan korban yang harus diselamatkan.

Ali Mansyur mengatakan hal ini kepada wartawan di Semarang Kamis (25/8). Pemerintah diminta untuk segera menuntaskan masalah tersebut. Ali Mansyur menilai persoalan Calhaj yang menggunakan paspor palsu merupakan persoalan serius. “Untuk itu saya minta agar tujuh biro travel yang terliba tersebut harus dicabut izinnya dan oknum-oknumnya diproses secara hukum,” tegas Ali Mansyur.

Saat menjadi Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Jateng 2015 lalu, Ali Mansyur mengaku praktek ilegal tersebut sudah terjadi. Di tengah kerumunan jamaah haji di Mekah, ia menemukan warga Indonesia asal Sulawesi yang mengenakan bendera Filipina. Sebab itulah, pembongkaran praktik tersebut semeskinya dilakukan dengan menyeluruh, lantaran dicurigai sudah berlangsung lama.

"Bisa jadi baru tahun ini baru ketahuan karena jumlah yang diberangkatkan cukup banyak, yaitu mencapai 177 Calhaj dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan 19 orang dikabarkan dari Jateng," terang Ali.

Menurut Ali Mansyur, banyak warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah haji melalui negara lain dengan menggunakan paspor palsu, karena untuk bisa berangkat dari Indonesia harus menunggu hingga 20 tahun.

Antrean yang terlalu lama tersebut membuat Calhaj memilih jalan pintas yang penting biusa segera berangkat. Untuk itu Ali Mansyur minta kepada pemerintah agar mengupayakan penambahan kuota untuk mengurangi jumlah waiting list haji. (Bdi)

 

 

BERITA REKOMENDASI