Kebidanan Unimus Gelar Webinar Nasional Akademik 2021

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG,KRJOGJA,com – Kejadian gawat darurat tentunya tidak bisa diprediksi kapanpun dan dimanapun. Keterlambatan dalam penanganannya dapat berakibat kecacatan fisik hingga kematian. Sebagai contoh, masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor yang mempengaruhinya antara lain status kesehatan ibu dan kesiapan untuk hamil, pemeriksaan antenatal, pertolongan persalinan dan perawatan segera setelah persalinan, serta faktor sosial budaya.

Berangkat dari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan Kebidanan periode 2020/2021 Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengadakan kegiatan Webinar Nasional dengan tema “Comprehensive Maternal, Neonatal, and Children Emergency Management Series” Sabtu (29/05/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring tersebut, mendatangkan empat pembicara yaitu Dian Nintyasari Mustika SST MKes (Dosen Kebidanan) dengan materi “Kegawatdaruratan dan Penanganan Maternal di Rumah”, Umi Khasanah SST MKeb (Dosen Kebidanan) dengan topik “Kegawatdaruratan dan Penanganan Pada Anak di Rumah”, dr Aristo Farabi, SpOG (Obstetrics and Gynecology Specialist at Roemani Muhammadiyah Hospital Semarang) dengan topik “Pencegahan dan Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Maternal”, serta dr Jati Kusuma Wardhani SpA (Pediatrician at Roemani Hospital Semarang) dengan topik “Pencegahan dan Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Neonatal dan Anak”.

Hadir untuk memberikan sambutan Wakil Rektor III, Dr Samsudi Rahardjo MM MT, Dekan Fikkes Dr Ali Rosidi SKM MSi dan Kaprodi Kebidanan Dr Fitriani Nur Damayanti SSiT MH Kes.

WR III menyampaikan universitas mengapresiasi bahwa seminar tersebut sangat tepat diselenggarakan mengingat dapat memberikan wawasan dan pengetahuan keselamatan bagi ibu hamil (maternal) serta bayi baru lahir (neonatal) dan anak. “Acara yang digelar oleh HM Kebidanan ini sangat bermanfaat sekali karena dari kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan untuk mengaplikasikan manajemen kegawatdaruratan maternal neonatal secara efektif dan professional,“ ungkapnya. (sgi)

BERITA REKOMENDASI