Kejari Kendal Bakal Periksa Pasar Sementara Weleri

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Kejadian robohnya pasar sementara weleri 1 karena hujan lebat disertai angin mejadi perhatian masyarakat luas. Beberaa tokoh masyarakat mengeluhkan hal tersebut karena pekerjaan menyimpang dari spesifikasi. Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) mulai menelusuri kenapa bangunan yang menelan biaya Rp 3,6 miliar itu bisa roboh.

Kejaksan Negeri Kendal bahkan akan melakukan penyelidikan atas pekerjaan pembangunan Pasar Sementara Weleri 1 yang berlokasi di Terminah Bahureksi tersebut. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendal, Ronaldwin didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Kendal, Iman Khilman Rabu (15/09/2021) mengatakan saat ini masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan Inspektorat Kendal. “Kami persilahkan Inspektorat untuk lebih dulu melakukan penelitian dan penyelidikan lebih dulu,” ujar Ronaldwin.

Karena pekerjaan belum selesai dan masih dalam tahapan pemeliharaan maka Kejari Kendal menghormati tahapan tersebut. Pasalnya saat ini pihak inspektoirat sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sedang menjalankan tugasnya. “Kami juga menghormati proses kontrak pekerjaan, sebab masih dalam tahap pemeliharaan,” lanjutnya.

Inspektur Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi dan penyelidikan terkait pembangunan Pasar Darurat Weleri 1 di Terminal Bahurekso. “Hari ini tim sudah turun ke lapangan yakni memeriksa ke lokasi pasar dan meminta beberapa dokumen pekerjaan. Baik dokumen perencanaan, dokumen kontrak sampai sampai dengan laporan mengenai progres pekerjaan,” ujar Sugeng.

Sugeng mengakui, saat ini pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan. Tapi dari OPD yakni Dinas Perdagangan sudah mencairkan pembayaran kepada pihak ketiga, yakni PT Aldila selaku pelaksana proyek. “Sudah dibayarkan 50 persen (Rp 1,8 miliar) dari total anggaran RP 3,6 miliar,” lajutnya

Sisanya, Rp 1,8 miliar, Inspektorat meminta kepada Dinas Perdagangan untuk menahan dulu pencairannya. Yakni menunggu sampai pihak pelaksana membenahi seluruh pekerjaannya yang sudah rusak.

Sementara itu Komisi B DPRD Kendal juga turun ke lapangan dan langsung mengecek kondisi Pasar Sementara Weleri 1 yang roboh. “Pertama kami merasa prihatin atas robohnya Pasar Sementara Weleri 1,” ujar Ketua Komisi B Dian Alfat Muchammad.

Pihaknya akan melakukan pengkajian terkait perencanaan, pengawas lapangan dan pelaksana pekerjaan.”Soal pencairan anggaran, agar Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan pelaksana. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” lanjutnya. (Ung)

BERITA REKOMENDASI