Kepadatan Penduduk Meningkat, Salatiga Kekurangan PLKB

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJOGJA.com – Kota Salatiga kekurangan tenaga penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) agar ideal dengan wilayah dan perkembangan jumlah penduduk. Hingga 2019 ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana hanya memiliki 8 PLKB.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Salatiga, Sri Sarwanti menjelaskan, idealnya untuk Kota Salatiga jumlah tenaga PLKB di tiap kelurahan 2 orang sehingga optimal dalam penyuluhan. Seluruh kelurahan di Kota Salatiga membutuhkan 46 tenaga PLKB. Selanjutnya kerja PLKB dibantu paling tidak 2 orang Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) tiap kelurahan.

“Jumlah tenaga PLKB di Salatiga masih kurang dan saat ini kami hanya memiliki 8 tenaga. Idealnya tiap kelurahan dengan pertumbuhan penduduk di Salatiga yang meningkat, ditugaskan dua PLKB,” jelas Sri Sarwanti kepada Krjogja.com, Selasa (05/03/2019).

Program pengendalian penduduk di Salatiga terus dilakukan dengan terciptanya 5 kampung KB yaitu di Kelurahan Noborejo, Kauman Kidul, Kecandran, Blotongan dan Kelurahan Kumpulrejo. Keberadaan kampung KB merupakan peran PKK dan pemerintah daerah. Pertumbuhan penduduk harus dikendalikan karena kepadatan penduduk di Salatiga, 3.000 – 4.000 jiwa per kilometer persegi. “Penyuluhan KB terus ditingkatkan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Salatiga,” katanya. (Sus)

BERITA REKOMENDASI