Kepala Kemenag Salatiga Bertekad Pertahankan Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRjogja.com – Bagi Kepala Kantor Kemenag Salatiga, KH Taufiqur Rahman SAg MSi, kantornya meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), sebagai penghargaan yang patut dibanggakan setelah melalui kerja keras. Bahkan, semula jajaran yang dipimpinnya tidak percaya bila akhirnya meraih supremasi tersebut.

“Tapi faktanya, penghargaan prestise itu telah kami terima pada 20 Desember 2021, sehingga wajar bila kami bersyukur. Apalagi di lingkungan Kemenag Indonesia ada dua yang meraih WBK yakni Kemenag Salatiga dan MAN Insan Cendekia, Serpong,” tuturnya dalam perbincangan dengan para wartawan, di awal tahun 2022.

Taufiq mengutip pernyataan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah H Musta’in Ahmad, saat menghadiri tasyakuran di Kemenag Salatiga, pada 27 Desember 2021, predikat WBK yang diraih Kemenang Salatiga telah membawa harum nama Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Musta’in mengapresiasi tinggi prestasi tersebut sekaligus meminta agar reputasi tersebut dipertahankan di tahun-tahun mendatang.

Taufiqur Rohman, yang juga pengurus Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah ini, menegaskan, menjadi tugas selanjutnya bagi Kemenang Salatiga untuk menjaga dan mempertahankan predikat WBK di tahun-tahun berikutnya.

“Paling tidak, kami sudah memiliki referensi dan pengalaman, submit-submit apa saja yang harus disiapkan menuju sukses WBK mendatang,” katanya.

Pria kelahiran Sumenep, Madura, 27 Juni 1972 yang gemar membaca dan berorganisasi ini bercerita, instansi yang dipimpinnya meraih penghargaan pembangunan zona integritas oleh MenpanRB, diberikan secara daring, melalui proses panjang yang diawali dengan submit penilaian mandiri pembangunan zona integritas sejak Desember 2020.

Diceritakan, ada enam area pengungkit yang harus dipenuhi, diantaranya penataan menajemen perubahan, tatalaksana, manajemen SDM, pengawasan, akuntabilitas kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Muaranya harus menghasilkan dua hasil yaitu, terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada Masyarakat

“Semula saya sempat ragu, apakah Kantor yang saya pimpin ini dapat membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), mengingat kondisi fisik Kantor Kemenag Kota Salatiga bangunannya relatif tua. Namun setelah dilakukan pemetaan SDM, ternyata banyak ASN Kemenang Salatiga yang memiliki kompetensi memadai dan memenuhi syarat untuk membangun zona integritas menuju WBK.

Selanjutnya kami mulai membangun komitmen menyeluruh mulai unsur pimpinan hingga semua jajaran termasuk sopir, cleaning servis dan pramu bakti. Hasilnya kami memastikan Kemenag Kota Salatiga bersih dari korupsi, setelah memasifkan pengawasan melekat, membuka kotak pengaduan masyarakat dan nomor pengaduan melalui medsos Kemenag Salatiga termasuk menerapkan Wishle Blowing System. Potensi KKN kami petakan dan kami cegah dengan membuat pola kerja yang transparan.

Begitu pula, lanjut Taufiq yang pernah mengikuti kursus kilat tentang leadership dan management di Universitas La Trobe Melbourne, Australia ini, reformasi birokrasi tidak luput dari garapannya. Misalnya, dalam hal penempatan pegawai sudah menggunakan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK).

“Saya memastikan setelah dilakukan pemataan dan penguatan SDM melalui reformasi birokrasi maka tidak bakal terjadi benturan kepentingan di Kemenag Kota Salatiga,” tegas Taufiqur Rohman.

Di sisi berikutnya, kami membuat komitmen untuk memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat melalui penyederhanaan birokrasi dengan SOP yang cepat dan tetap mengacu pada regulasi. Hal tersebut untuk menunjang penyederhanaan birokrasi dan kecepatan pelayanan, kami membuat aplikasi yang bisa menampung pelayanan langsung kepada masyarakat cukup dengan membuka google yaitu aplikasi “SIMSALABIM” (Sistem Informasi Manajemen Salatiga Bersih Inovatif dan Melayani), termasuk membuat inovasi-inovasi layanan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Untuk menunjang kesuksesan pembangunan Zona Integritas menuju WBK, Taufiqur Rohman membuat slogan Kemenag Salatiga “TOLERAN”, kepanjangan,Terpadu, On time, Lancar, Efektif, Ramah, Akuntabel, Nyaman. (Isi)

 

BERITA REKOMENDASI