Kiai Darodji Bakal Pimpin MUI Jateng Lagi

Ketika dikonfirmasi, Kiai Darodji menjawab dengan tersenyum. ‘’Insya Allah semua kami serahkan kepada peserta musda untuk memilih pemimpinnya,’’ tuturnya. Dia mengutip falsafah hidup Mahathir Mohammad “kamu boleh pensiun tetapi jangan berhenti”. Kiai Darodji juga mengutip falsafah hidup BJ Habibie, “ibarat naik sepeda jangan pernah berhenti mengayuh. ‘’Sekali berhenti mengayuh sepedamu, kamu akan jatuh,’’ katanya sambal tertawa.

Selain nama Kiai Darodji, beberapa nama muncul sebagai kandidat calon Ketua Umum MUI Jateng. Mereka adalah Prof Dr H Ahmad Rofiq MA (Wakil Ketua Umum MUI Jateng), Prof Dr H Imam Taufiq MAg (Rektor UIN Walisongo Semarang), Prof Dr H Abu Rokhmad Musaki (Dosen Fisip UIN Walisongo Semarang). Drs KH Muhyiddin MAg (Sekretaris Umum MUI Jateng) dan Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan (Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng).

Secara Daring
Sekretaris Stterring Committe Musda, Prof Dr KH Abu Rokhmad Musaki menjelaskan, seluruh persiapan Musda yang rencananya dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dirampungkan panitia SC maupun OC, Tinggal rapid tes antigen panitia dan pengurus MUI Jateng dilaksanakan Rabu pagi, difasilitasi Dinkes Kota Semarang.

Musda akan digelar secara online dan ofline diikuti 35 utusan pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng, pimpinan ormas Islam Jateng, pengasuh pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam di Jateng.

Menurut Ketua SC Prof Dr KH Ahmad Rofiq MA, setiap utusan MUI daerah diwakili tiga orang meliputi ketua umum, sekretaris umum dan ketua komisi fatwa. Musda digelar dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan, seluruh peserta dan panitia harus sudah menjalani vaksinasi dan repid test.

Selain itu, lanjutnya, seluruh jadwal agenda persidangan dilaksanakan dengan dua cara, meliputi offline dan online. Bersama perwakilan dari ormas Islam, pesantren dan perguruan tinggi Islam, ketua umum MUI kabupaten/kota akan mengikuti musda secara offline.

Dia menambahkan sedangkan sekretaris umum dan ketua komisi fatwa MUI Kabupaten/Kota akan mengikuti agenda Musda secara online. Kebijakan ini diambil semata menghindari atau mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru Covid. (Isi)

BERITA REKOMENDASI