Klarifikasi SK Walikota, Pimpinan DPRD Temui ASN ‘Nonjob’

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJogja.com – Tujuh dari delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Salatiga Jawa Tengah yang ‘dinonjobkan’ (distafkan) oleh Walikota Salatiga, memenuhi panggilan DPRD Salatiga mengenai masalah SK Walikota tentang penghentian jabatan dan menjadi staf biasa di Pemerintah Salatiga, Selasa (20/04/2021).

“Memang ada agenda pertemuan antara pimpinan DPRD dan para ASN yang distafkan. Namun agenda ini berjalan tertutup untuk media. Nanti Pak Ketua akan memberikan hasil (mengundang) teman wartawan,” ujar Sekretaris DPRD Salatiga, Sri Wityowati dihubungi Krjogja.com, Selasa (20/04/2021).

Menurut sumber KRJogja.com, pertemuan tertutup antara para ASN yang ‘nonjob’ dan pimpinan dewan berlangsung kurang lebih mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 di salah satu ruang di gedung DPRD Salatiga dan dipimpin Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit didampingi dua Wakil DPRD, Saiful Masud dan Latief Nahari. “Nanti kita akan berikan hasilnya kepada wartawan,” kata Dance Ishak Palit melalui telepon kepada Krjogja.com.

Sementara itu beberapa ASN yang diklarifikasi pimpinan DPRD mengenai masalah ‘nonjob’ dan persoalan lainnya tersebut mengaku mereka sudah bertemu dan memberikan penjelasan semuanya soal SK Walikota tersebut. “Kami sudah memberikan keterangan terbuka kepada pimpinan dewan. Itu saja ya yang bisa kami ungkapkan,” kata mereka seusai pertemuan di DPRD.

Terkait dengan kemelut ‘nonjob’ sejumlah pejabat eselon di Salatiga ini, salah satu anggota DPRD Salatiga, Lisyanto dari Partai Golkar menghubungi Krjogja.com , Selasa (20/04/2021) menyatakan bahwa SK Walikota yang telah menonjobkan pejabat eselon tersebut agar ditinjau ulang.

”Saya tahu itu memang hak Walikota, namun demikian harus juga memperhatikan asas kepantasan, kadar kesalahan serta jenjang dalam pemberian sanksi. Tidak langsung eksekusi ‘terjun bebas’ seperti itu.Patut dicurigai ada apa ini? sepertinya ada yang tidak beres. Banyak pertanyaan besar muncul di masyarakat yang ditujukan ke kami mengenai masalah ini. Kedepankan profesionalismelah,” tandas Listyanto. (Sus)

BERITA REKOMENDASI