Komisi A Konsultasikan Perekrutan Calon Komisioner KPID ke Pusat

SEMARANG, KRJOGJA.com – Untuk proses perekrutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng periode 2020-2023, Komisi A DPRD Jateng melakukan konsultasi ke KPI pusat di Jakarta. Konsultasi dimaksudkan untuk mencari formula mengenai tata cara perekrutan sesuai dengan aturan yang ada.

Demikian dikatakan Ketua Komisi A DPRD Jateng Mohammad Soleh ST kepada wartawan di Semarang Selasa (15/10/2019). Konsultasi ke pusat dilakukan pada 4 Oktober lalu. Konsultasi dilakukan karena masa keanggotaan KPID Jateng 2017-2020 akan berakhir. Dengan demikian akan dibuka perekrutan keanggotaan baru periode 2020-2023.

Mohammad Soleh mengatakan, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan terkait pergantian keanggotaan KPID Jateng periode berikutnya. “Kami bermaksud mengetahui secara detail proses dalam pemilihan anggota KPID Jateng mendatang, karena Komisi A yang nantinya bakal menentukan para anggota KPID tersebut," jelasnya.

Selain konsultasi mengenai proses perekrutan calon anggota KPID Jateng, menurut Mohammad Soleh dari partai Golkar ini, Komisi A juga berdiskusi mengenai gagasan perda inisiatif tentang muatan lokal. Meskipun beberapa stasiun televisi sudah menayangkan siaran muatan lokal, namun soal isi, durasi, dan intensitas penayangan dinilai masih harus disempurnakan.

“Secara konten sudah cukup bagus, namun Komisi A berharap agar waktu dan durasi penayangannya harus ditambah. Hal ini akan menjadi evaluasi kami, sehingga harapan ke depan, melalui tayangan televisi, dapat juga diperkenalkan objek pariwisata di masing-masing daerah,” tutur Soleh.

Wakil Ketua Komisi A Fuad Hidayat berharap dengan perekrutan keanggotaan KPID yang baru pada Februari 2020 mendatang, kualitas dan kuantitas para calon komisioner harus membaik. Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat teradap pihak penyelenggara pemerintahan daerah sebagai pengawas.

“Proses perekrutan hingga panitia seleksi harus diperhatikan dengan dasar-dasar yang baik, sehingga nanti dapat menghasilkan anggota yang sangat berkompeten sebagai ujung tombak KPID, dan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat Jawa Tengah.” Ujar Fuad.

Anggota Komisi A Masruhan Samsurie mengatakan, proses perekrutan calon anggota KPID Jawa Tengah untuk periode 2020-2023 harus lebih baik. Proses perekrutan disemua tahapan diharapkan bisa transparan, sehingga masyarakat juga bisa melakukan pengawasan terhadap para calon anggota komisioner yang itu mendaftar.

Masruhan menilai keberadaan komisioner di KPID sangat strategis, karena terkait dengan program siaran di radio dan televisi. Khususnya untuk siaran televisi memang harus mendapat perhatian ekstra ketat. Jangan sampai ada program-program yang bersifat tidak mendidik kepada masyarakat.

“Kami berharap seleksi calon anggota KPID Jawa Tengah nantinya akan dilakukan dengan menitikberatkan pada kualitas calon. Dengan keberadaan komisioner yang berkualitas, sistem pengawasan di dunia penyiaran di Jateng akan bisa berjalan secara optimal,” tegas Masruhan Samsurie. (Adv)

BERITA REKOMENDASI