Komisi E DPRD Jateng Minta Seluruh Dinkes di Jateng Antisipasi Hepatitis Akut

Editor: Agus Sigit

MUNCULNYA virus hepatitis akut yang sudah merambah di sejumlah provinsi di Indonesia, membuat Komisi E DPRD Jawa Tengah khawatir. Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan di daerah-daerah di Jawa Tengah diminta unrtuk waspada dan mengambil langkah-langkah untuk pencegahan.

Dalam dialog parlemen di gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, dengan tema “Waspada Virus Hepatitis, pekan lalu, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dr Umar Utoyo minta kepada jajaran Dinas Kesehatan Jawa Tengah agar melakukan antisipasi terhadap merebaknya virus hepatitis akut. Pemerintah diingatkan jangan sampai lengah dengan munculnya kasus hepatitis akut tersebut. Dinkes Jawa Tengah diminta untuk melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota. Komisi E juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik.

Dr Umar Hartoyo menilai langkah pencegahan lebih baik daripada upaya pengobatan. Meski demikian, Dinkes Jawa Tengah tetap harus menyiapkan obat-obatan sebagai langkah antisipasi. Kepada anak-anak dr Umar minta agar mereka membiasakan diri mencuci tangan, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, dan menghindari kontak dengan orang sakit.

Kepala Dinkes Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan, sampai awal Mei ini belum ada temuan kasus hepatitis akut di daerah di Jawa Tengah. Diskes Jawa Tengah memastikan di Jawa Tengah belum ada temuan kasus aktif hepatitis akut tersebut. Bahkan  Dinkes Jawa Tengah juga sudah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah, dan belum ada laporan adanya kasus hepatitis akut. Diskes juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan yang dimiliki, termasuk obat-obatan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran hepatitis akut.

Komisi E DPRD Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah sepakat, langkah awal untuk mencegah menjalarnya virus hepatitis akut adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya melakukan mencegah hepatitis dengan pola hidup sehat.

Pihak orang tua dan guru di sekolah diminta untuk memberikan edukasi kepada anak-anak atau siswa soal virus hepatitis akut ini. Anak-anak harus diberikan penjelasan supaya tidak mudah jajan disembarang tempat. Sebaiknya Dinas Pendidikan juga turut melakukan sosialisasi kepada guru dan siswa agar mengantisipasi hepatitis akut.

Sebelumnya Kemenkes menyebutkan kasus hepatitis akut terdeteksi di lima provinsi yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat dan Bangka Belitung. Dengan perincian 11 orang DKI Jakarta, Sumatera Barat (1), Jawa Timur (1), Bangka Belitung (1) dan Jawa Barat (1). Namun saat ini jumlah penderitanya sem akin bertambah.

Umar Hartoyo menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai adanya gejala awal orang yang terkena virus hepatitis akut, yaitu seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan disertai demam ringan. Pada fase tersebut, masyarkat tidak perlu panik. Penderita harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Masyarakat Jangan menunggu sampai munculnya gejala lanjutan seperti kulit dan mata yang menguning. (Anif Maghfiroh)

BERITA REKOMENDASI