Komunitas Khoja’s Dibentuk, A Rafiq Jadi Ikon Seniman Khoja Semarang

SEMARANG, KRJOGJA.com – Komunitas keturunan Gujarat 'Khoja's' (Khoja Semarang), Rabu (1/1/2020) resmi terbentuk sebagai upaya mengumpulkan kembali semangat persaudaraan dan menguatkan jalinan silaturahmi.

Muhammad Sholeh Emde yang terpilih sebagai Ketua Umum mengungkapkan bahwa berdirinya komunitas Khoja's bukan bermaksud membuat sekat antara warga keturunan Gujarat dengan warga asli Kota Semarang. Melainkan justru untuk mengumpulkan dan mengembalikan persaudaraan yang selama ini terpisah karena pembauran dan penyebaran. 

"Semangat kita nanti adalah agar kita bisa mengangkat budaya asli warga Gujarat yang ada di Semarang, agar tak hilang dan lekang karena tergerus jaman. Selain itu juga mengangkat Maestro Musik Melayu Alm A Rafiq sebagai ikon seni musik Melayu Semarang yang embrionya dibawa oleh warga Gujarat atau Khoja yang lama tinggal dan berkembang di Kota Semarang," ungkap Muhammad Sholeh Emde.

Pembentukan Komunitas Khoja Semarang juga dihadiri mantan aktor asal Semarang, H Anas Salim, Farabi El Fouz A Rafiq (putra alm A Rafiq), penyanyi Ali Khan, MC Kondang OM Melayu Semarang Munir Ashari dan banyak tokoh Semarang keturunan Gujarat lainnya seperti Alex Kumar, Zubeir, Abdul Mughni Fauzy dan tokoh Khoja Ibukota Kadir Usman.

Anas Salim mengungkapkan, sangat sayang kalau keturunan Khoja atau Gujarat lambat laun bisa lenyap karena tak ada komunitas yang memayunginya. Alasannya, etnis Khoja telah banyak memberi pegaruh budaya di Kota Semarang. Warisan yang terasa dan terwujud adalah budaya pengantin Semarangan.  

"Pengaruh budaya pengantin Semarang banyak dari budaya Khoja. Salah satu buktinya, bahwa pengantin adat Semarangan masih bertahan dan digunakan warga keturunan Khoja atau Gujarat yang ada di kawasan Pekojan atau Petolongan, tak jauh dari Jalan MT Haryono Semarang. Budaya lainnya banyak, termasuk kesenian musik Khoja Melayu yang dipopulerkan A Rafiq hingga menjadikannya sebagai legenda Musik Melayu Indonesia," papar H Anas Salim.

Farabi El Fouz A Rafiq pun serta merta mendukung berdirinya komunitas Bani Khoja Semarang karena memang ada keterkaitan dengan almarhum ayahnya yang juga lahir di Semarang dan keturunan Khoja.

"Mewakili anak A Rafiq, kami juga berharap dalam komunitas ini bisa menghidupkan kembali grub musik El Rafiqa sebagai grup yang mendokumentasikan dan mengabadikan lagu-lagu ciptaan A Rafiq, mengingat di komunitas Khoja banyak yang menggemari lagu-lagu A Rafiq," ungkap Farabi El Fouz.

Ke depan, selain akan menggelar acara Tribute A Rafiq, Komunitas Bani Khoja juga akan menggelar kegiatan Festival Khoja. Menurut Sholeh Emde, festival diantaranya berisikan aneka kuliner khas Khoja, Pentas Musik Melayu El Rafiqa, seni terbangan, juga berberapa tarian samar yang unik, serta festival pakaian kurta yang biasa digunakan orang India atau Pakistan. (Cha)

BERITA REKOMENDASI