Komunitas Trabas Kodim 0733 BS Semarang Jangkau ‘Mas Giran’

Editor: Agus Sigit

Trabas tidak saja mencari dan memanfaatkan jalan rusak, terjal, berbatuan dan berlumpur. Diakui Yudhi untuk menjadi jalan yang demikian di Kota Semarang sudah langka. Mungkin hanya ada di kawasan hutan yang masih terdapat di Semarang, seperti Tinjomoyo dan kawasan Mijen. Namun kebanyakan kawasan tersebut merupakan daerah konservasi yang harus dilindungi dan dirawat keasriannya, sebagimana harapan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Dengan menyusur daerah perbatasan, ternyata masih banyak ditemui jalan-jalan tanah yang masih asli dan perlu perhatian. Karena itulah, penyusuran jalur dengan trail trabas sangat efektif untuk menemukan jalan-jalan yang butuh perhatian, bahkan untuk membuka daerah terisolir sekalipun.
Komunitas Trabas Kodim 0733 BS Semarang ini pun memanfaatkan trabas untuk bhakti sosial membagikan sembako kepada masyarakat di wilayah yang disinggahi.

Pada trabas perdana, Sabtu (19/9) lalu rute start berawal di wilayah Koramil 06 Genuk dengan menyusuri wilayah perbatasan Semarang-Demak menuju Tembalang hingga perbatasan dengan Kabupaten Semarang menuju Gunungpati-Mijen hingga wilayah Tugu yang berbatasan dengan Kendal.

Yudhi Diliyanto merasa terharu menyaksikan betapa senangnya masyarakat yang menerima kunjungannya. “Kami datang menyapa mereka, setelah mereka tahu yang datang adalah pak tentara kami disambut dengan penuh terbuka dan keramahan. Apalagi setelah tahu kami datang juga untuk menyampaikan sembako sebagai tali asih kepada mereka”, tutur Yudhi yang juga sebagai putra asli Semarang.

Pada trabas perdana, TC 733 mendapat support dari DPP Pemuda Panca Marga (PPM) Pusat. Bahkan TC 733 BS dipercaya menyalurkan sembako bantuan DPP PPM Pusat untuk masyarakat yang dikunjungi setiap rute.

BERITA REKOMENDASI