Konflik Rampung, Kelenteng Tuban Dibuka Kembali Setelah Digembok 3 Bulan

SEMARANG KRJOGJA.com – Umat Tri Dharma di Indonesia umumnya dan khususnya Tuban cukup lega dengan adanya perdamaian antara pihak-pihak yang bersengketa dalam persoalan kepengurusan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Tio Tuban. Pasalnya sejak timbul sengketa, kelenteng terbesar dan banyak dikunjungi umat ditutup untuk peribadatan dan kunjungan wisata religi.

“Doa-doa umat Khonghucu yang mengharapkan adanya perdamaian di Tempat Ibadah Tri Dharma kelenteng Kwan Sing Tio Tubani tampaknya bakal terkabul. kami sudah persiapkan akan membuka kembali kelenteng untuk aktifitas peribadatan dan wisata religi pada 25 Oktober besok,” ungkap Ketua Penilik Demisioner, Alim Sugiantoro di Semarang, Jumat (23/10/2020).

Alim menyatakan Tuhan mengetuk hati tiga tokoh nasional di Jatim untuk menyelesaikan konflik dan sengketa salah satu klenteng termegah di Indonesia itu. Kwan Sing Bio merupakan kelenteng terbesar di Asia Tenggara. Nama tempat ibadah ini juga sudah dikenal di seluruh dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tiga tokoh yang bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kepentingan umat di seluruh Indonesia,” tutur Alim enggan menyebut tiga nama tokoh Jatim tersebut.

“Konflik akan diselesaikan dengan kepala dingin dan damai. Jangan coba-coba menghalangi umat beribadah demi kepentingan pribadi. Yang harus dijunjung tinggi adalah menghormati kebebasan umat beragama,” tandasnya.

Seperti diketahui, konflik Kelenteng Tuban terjadi karena adanya kepengurusan baru yang dibentuk dan dinilai melanggar angaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), sesuai keputusan Pengadilan Negeri No 11/Pdt.G/PN Tbn tanggal 15 Juni 2020 dan No 11/Pdt.G/PN Tbn tanggal 30 Juli 2020. Keputusan dari pengadilan itu menurut Alim harus dipatuhi.

BERITA REKOMENDASI