Kopi Muria Dipasarkan Hingga Mancanegara

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Bagi penikmat kopi kurang sempurna jika belum mencicipi Kopi Muria. Kopi yang tumbuh di kawasan lereng Gunung Muria Kudus itu, kualitasnya tak kalah dengan kopi terkenal lainnya. Kopi yang merupakan warisan turun-temurun sejak jaman kolonial Belanda tahun 1840-an, dibudidayakan dengan baik oleh para petani lokal.

Kini, Kopi Muria menjadi komoditas unggulan Kabupaten Kudus dan mulai menyerbu pasar, tak hanya domestik tetapi juga dipasarkan hingga mancanegara. “Kami mendukung penuh pengembangan usaha Kopi Muria,” ujar Plt Bupati Kudus HM Hartopo, yang sepanjang Sabtu (21/12/2019) mengunjungi perkebunan, melakukan penanaman simbolis Kopi Muria, serta melihat proses pengolahan di Desa Colo Kecamatan Dawe.

Berbagai strategi pemasaran sedang digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Bahkan Hartopo sendiri membawa Kopi Muria saat umrah dan berkunjung ke luar negeri.

Pihaknya juga meminta setiap OPD menyediakan Kopi Muria dan jajanan khas Kudus di kantor masing-masing. Saat dinas luar, setiap OPD diharuskan membawa Kopi Muria sebagai buah tangan. “Kami sempat mempromosikan Kopi Muria di negara-negara Asia Tenggara,” ungkapnya.

Menjamurnya tren coffee shop di era teknologi juga diakui ikut menaikkan pamor Kopi Muria. Saat ini terdapat 20 lebih produk Kopi Muria yang beredar di pasaran, lima di antaranya siap bersaing di kancah internasional.

Pihaknya mengaku beberapa kali menjumpai produk Kopi Muria di coffee shop terkenal. “Hingga sekarang sudah ada 20 merek lebih produk Kopi Muria. Lima di antaranya siap untuk go international,” terangnya.

Ketua Komunitas Kopi Muria, Pujiharto dan Pengurus Kelompok Tani Hutan Muria Koentjen Rejo, Aris Yulianto mengatakan, saat ini lahan kopi di lereng Gunung Muria mencapai 452 hektar. Namun baru sekitar 170 hektare yang dimanfaatkan secara optimal. Jumlah anggota komunitas dan kelompok tani sebanyak 450 orang dari tiga desa, yakni Desa Japan, Desa Colo dan Kajar.

“Lebih 90 persen tanaman Kopi Muria jenis Robusta, hanya sebagian kecil jensi Arabica,” katanya.

Lalu apa yang membedakan Kopi Muria dan kopi daerah lain, Pujiharto menjelaskan kalau kekhasan Kopi Muria ketika diseduh menyemburkan aroma coklat dan banana (pisang). Tergantung lahan di mana kopi itu ditanam. Bagi penikmat kopi juga dapat merasakan sensasi kenikmatan lain ketika minuman dicampur sirup buah parijoto dan susu karamel. (Trq) 

BERITA REKOMENDASI