Koramil dan Polsek Bahu Membahu Atasi Longsor di Gajahmungkur

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com – Prajurit TNI AD Koramil 10 Gajahmungkur Dim 0733 BS Semarang bersama anggota Polri Polsek Gajahmungkur Polrestabes Semarang, Rabu (7/2/2018) bersatu padu bahu membahu menangani longsoran pondasi rumah milik Timan (60) di Jalan Utama RT 05 RW 02 Kelurahan Gajahmungkur Semarang.

Tanah longsor menurut jalan utama kampung tersebut terjadi Senin (5/2/2018) malam. Pondasi setinggi 4 meter dengan panjang 10 meter tersebut ambrol atau longsor setelah diguyur hujan deras.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian menjelang adzan Isya tersebut. Kecuali jalan tak bisa dilintasi karena terdapat material longsoran yang menutup jalan.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh Babinsa Kelurahan Gajahmungkur, Pelda Heri Tjahjono dan Serti Mubin ke Camat, Danramil dan Kapolsek Gajahmungkur. 

Karena material longsoran cukup banyak dan cuaca belum memungkinkan akhirnya upaya menangani longsoran pondasi baru di-Karya Bhakti-kan secara gotong royong melibatkan aparat Kecamatan, Koramil dan Polsek, dibantu masyarakat pada Selasa hingga Rabu (6-7/2/2018).

Danramil 10 Gajahmungkur Kapten Inf Ikhwan didampingi Kapolsek Gajahmungkur AKP Rohana Sulistianingrum SH mengungkapkan bahwa dalam kerja bhakti menangani tanah longsor ini semua unsur terlibat. "Ada sekitar 60 personil dari Kecamatan, Koramil dan Polsek turun tangan bahu membahu memindahkan tanah longsoran. Karena tidak mungkin menggunakan alat modern, maka kami lakukan dengan cara bahu membahu secara konvensional beranting", ungkap Kapten Inf Ikhwan.

Sementara Lurah Gajahmungkur Arief Djatmika SH menyampaikan terima kasihnya, berkat upaya cepat Siaga Bencana Koramil 10 Gajahmungkur, BPBD Kota Semarang dan Polsek menjadikan kejadian bencana tanah longsor di wilayahnya segera ditangani dan jalan kampung kembali normal.

Terpisah Dandim 0733 BS Semarang Kol Inf M Taufiq Zega meminta prajuritnya di setiap Koramil meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing. 

Di setiap Koramil menurut Zega terdapat Posko Siaga Bencana yang di dalamnya ada prajurit piket siaga yang setiap saat mengawasi setiap perkembangan dan gejala kerawanan bencana. "Inventarisir setiap wilayah yang terdapat potensi bencana alam, baik tanah longsor, banjir, puting beliung maupun lainnya. 

Selanjutnya lakukan langkah-langkah pencegahan atau meminimalisir kerugian. Langkah penyelamatan warga juga perlu dilakukan dengan cara menyiapkan kesiap-siagaan menghadapai bahaya bencana", ujar Dandim 0733 BS Semarang. (*)

BERITA REKOMENDASI